Dua Bupati Terpapar Covid-19, Gugus Tugas NTB Temukan Klaster Pejabat

0
H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat dua kepala daerah terpapar Covid-19. Mereka, Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. H. M. Sukiman Azmy, M.M., dan terbaru, Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin. Gugus Tugas NTB menemukan klaster pejabat di NTB sejak September lalu.

‘’Ada klaster pejabat. Karena pejabat berisiko tinggi terpapar Covid,’’ ujar Ketua Gugus Tugas Covid-19 NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 12 Oktober 2020.

Gita mengatakan, ada sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sejumlah OPD lingkup Pemprov NTB yang sudah terpapar Covid-19. Seperti di Dinas Perhubungan empat orang terkonfirmasi positif pada salah satu bidang.

Kemudian, di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (BAPP dan LPBJP), dan Biro Perekonomian Setda NTB.

‘’Pejabat itu menghadapi rakyat setiap saat. Dia tidak tahu rakyatnya sebagai pembawa atau tidak. Risiko kita terpapar Covid tinggi,’’ kata Sekda NTB ini.

Sekda menjelaskan, Pemprov sudah melakukan pengaturan ASN yang masuk kantor dan bekerja dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19 sesuai zonasi tingkat penyebaran Covid-19 di kabupaten/kota. Untuk OPD Pemprov NTB yang berada di Kota Mataram karena zona oranye, ASN yang masuk kantor sebesar 50 persen dan 50 persen bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

‘’Kita di zona oranye. Kita masuk dalam kekuatan 50 persen. Tapi Kadis (kepala OPD), sehat tidak sehat, tetap masuk kantor,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, pejabat yang terpapar Covid-19, akibat interaksi dengan masyarakat. Beberapa bulan sebelumnya, klaster pejabat belum ditemukan di NTB. Namun, mulai September lalu, sudah mulai ada yang ditemukan.

‘’Beberapa waktu terakhir ini mulai ditemukan klaster pejabat. Mungkin sebelumnya imunitas kuat. Tapi jebol juga. Kita akui kami rentan. Karena interaksi,’’ katanya.

Pemprov NTB mengambil kebijakan untuk OPD yang melakukan pelayanan publik, maka akan rutin dilakukan tes swab. Ia mencontohkan, seperti Satpol PP NTB yang rutin berinteraksi di lapangan dengan masyarakat ketika melakukan razia masker.

‘’Kapala Dinas jangan abai. Jika ada pegawai yang kelihatan menunjukkan gejala Covid-19, segera diswab,’’ pesannya. (nas)