Gubernur Kunjungi Anak Pengidap Sindrom Selaput Otak

Bima (Suara NTB) – Selasa, 6 Oktober 2020 pagi, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., MSc., mengunjungi langsung Annisa (9) anak pengidap Sindrom Selaput Otak di kediamannya di Dusun Bante, Kecamatan Tente Kabupaten Bima. Gubernur yang didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) langsung memberikan bantuan stimulan.

Bahkan, pada kesempatan ini, gubernur memberikan apresiasi pada Dinas Sosial Kabupaten Bima dan Dinas Sosial NTB yang cepat memberikan respons.

“Luar biasa Dinas Sosial Kabupaten Bima dan Dinas Sosial Pemprov yang cepat merespon. Terima kasih juga pada Pak (Pjs) Bupati (Bima) yang segera membawa ananda Annisa ke rumah sakit,’’ tulis gubernur melalui akun facebooknya yang ditulis dari Bima.

Gubernur juga menyinggung media sosial (Medsos) mengubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat. Jika medsos digunakan dengan baik dan bijak akan sangat bermanfaat untuk kemaslahatan bersama. Selama ini, ujarnya, penyakit Annisa tak terdeteksi, karena orang tuanya sering berpindah-pindah.

‘’Dengan medsos, kini semua tertangani dengan baik. Alhamdulillah,’’ ujar gubernur.

Di Dusun Bante, gubernur juga mengunjungi salah satu penderita stroke yang sudah dialaminya bertahun-tahun dan hanya bisa diam di tempat tidur. Gubernur juga bersyukur, karena Program Keluarga Harapan (PKH) tetap mendampingi masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah selalu didampingi PKH kita. Terima kasih Dinas Sosial yang bekerja luar biasa,” ujarnya.

Annisa (9) bocah pengidap sindrom selaput otak, anak dari pasangan suami-istri (pasutri) Andriawan- Nita Irfani asal Dusun Bante, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima mendapatkan perhatian serius dari Gubernur NTB. Pasalnya sesaat setelah mendapatkan informasi dari media sosial terkait kondisi anak ini, bantuan stimulan-pun diberikan melalui Dinas Sosial Provinsi NTB.

Gubernur NTB Melalui Dinas Sosial Provinsi mengintruksikan kepada Pekerja Sosial SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Woha Kabupaten Bima untuk langsung melakukan assesmen pada keluarga Annisa. Hasilnya untuk tahap awal bantuan stimulan langsung dikirim melalui rekening keluarganya. Bantuan tersebut untuk kebutuhan dasar dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Menindaklanjuti atensi Gubernur NTB, kami langsung menerjunkan Tim untuk assesmen dan pemberian bantuan yang dikirim melalui rekening kelurganya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH, Senin, 5 Oktober 2020.

Kepala Dinas menyebutkan uang yang dikirim tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan dasar seperti beras, gula dan minyak goreng dan biaya pemeriksaan kesehatan Annisa. Berikutnya akan dikirimkan bantuan kursi roda dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama dari Dinsos Provinsi NTB.

Dikatakannya, berdasarkan assemen awal oleh Pekerja Sosial SDM PKH, Sri Mulyati dan Hadijah, anak tersebut lahir di Desa Tente tanggal 27 April 2012. Orang tuanya pernah membawa Annisa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan setempat. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi.

“Kondisi keluarga adalah warga miskin, yang belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik PKH, BPNT bahkan BPJS Kesehatan,” katanya.

Disamping itu, ia berharap keluarga Annisa dapat dimasukan dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau bisa disebut sekarang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa setempat. Pasalnya, untuk sanitasi BAB saja diketahui belum dimiliki oleh keluarga tersebut.

“Untuk bantuan yang dikirim, semoga bermanfaat untuk keluarga Annisa dalam menopang kesehatan Annisa sementar waktu,” harapnya.

Keluarga Annisa, yang diwakili Pendamping Sosial PKH, Sri Mulyati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gunernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi yang telah begitu cepat merespon keadaan keluarga Annisa. Bantuan ini sangat membantu Annisa dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Terimakasih Pak Gubernur NTB, terimakasih juga kepada Kepala Dinsos Provinsi yang telah menghubungi kami untuk assesmen keluarga Annisa,” ucapnya.

Sebelumnya Nita Ifani, Orang tua Annisa, pernah mengekspose kondisi anaknya di media sosial Facebook, kemudian mendapat respon dari netizen dengan beragam komentar. (r).




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...