Pajak Usaha Kembali Ditarik, Hotel dan Restoran Belum Sanggup Bayar

Mataram (Suara NTB) – Pelaku usaha hotel dan restoran meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dapat mempertimbangkan perpanjangan keringanan pajak hingga Desember mendatang. Ketua Kehormatan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra, menerangkan hal tersebut diperlukan mengingat kondisi usaha yang belum stabil hingga saat ini.

Diterangkan lanang, Pemkot Mataram sebelumnya memberi keringanan pajak bagi hotel, restoran dan parkir hingga Agustus lalu. Sehingga pajak usaha kembali ditarik terhitung sejak September yang harus dibayarkan pada Oktober.

“Harapan kita sampai Desember ini jangan dulu di otak-atik teman-teman pengusaha ini. Kasihlah dia bernafas sedikit. Jangan dihantam, dihajar lagi (dengan pajak). Ini bisa mati nanti usahanya,” ujar Lanang, Minggu, 4 Oktober 2020.

Diterangkan, mesikpun Pemkot Mataram telah menyurati pelaku usaha untuk membayar pajak periode September. Namun sampai saat ini belum banyak pelaku usaha yang melakukan realisasi pembayaran pajak.

Hal tersebut menurutnya bukan karena pelaku usaha tidak ingin membayar. Melainkan karena kemampuan untuk membayar pajak tersebut masih minim. Terlebih dengan kondisi tamu hotel dan restoran yang belum sebanding dengan pembayaran upah pekerja.

“Biar bagaimana ditagih, uang pakai bayar itu yang tidak ada. Mau maintenance hotel, belum ini biaya-biaya lainnya. Walaupun tidak beroperasi itu dia kan harus di rawat hotel itu,” jelas Lanang.

Menurutnya, secara umum hotel-hotel yang ada saat ini tengah menata kembali usahanya. Mengingat pada periode awal pandemi virus corona (Covid-19) masuk ke NTB, banyak hotel dan restoran yang ditutup sementara.

“Sedikit teman teman mulai menata hotelnya, memperbaiki apa yang rusak, berikan karyawan sedikit upah. Nah ini pemerintah harus paham kondisi yang begini, jangan langsung menekan,” ujar General Manager (GM) Hotel Lombok Raya tersebut.

Berdasarkan catatan pihaknya, tingkat hunian hotel di Mataram saat ini memang belum merata. Namun di beberapa hotel yang beroperasi tingkat hunian diakui dapat mencapai 40 persen. Dengan peningkatan tersebut, pelaku usaha berharap dapat menutupi kekurangan dari segi keuangan yang diakibatkan pandemi beberapa belun terakhir.

“Mereka kan masih nombok atau mungkin pinjam di bank sebagai tambahan modal. Artinya di pilah-pilah gitu, ini mereka hanya sekedar bisa hidup,” jelasnya.

Berbeda dengan itu, General Manager (GM) Hotel Santika Mataram, Baharudin Adam, menerangkan keringanan pajak yang diberikan Pemkot Mataram telah cukup membantu pelaku usaha. Dengan penarikan kembali pajak pada periode September, menurutnya dapat disesuaikan dengan pendapatan masing-masing unit usaha.

“Kalau hotel dan resto sepi, berarti pajaknya juga sedikit. Hotel tutup berarti tidak ada pajak yang dipungut,” ujar Baharudin. Menurutnya, pada periode Juni – September masih banyak usaha hotel dan restoran di Mataram yang beroperasi dengan tetap memasukkan besaran pajak ke dalam komponen harga.

“Banyak yang tetap buka dan dia pungut pajak. Pajak itu tidak distor ke Pemda. Itulah bentuk subsidi yang diberikan Pemda pada pengusaha,” jelasnya. Menurut Baharudin, dengan penarikan kembali pajak oleh Pemkot Mataram seharusnya tidak menjadi masalah. “Kasihan juga Pemda tidak ada PAD (Pendapatan Asli Daerah),” tandasnya. (bay)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform...

0
Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menginisiasi kerja sama Layanan Digital...

Latest Posts

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform AYO SRC

Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem...

80 Mahasiswa Pertukaran Dalam Negeri Belajar di Unisma

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang menyambut sebanyak 80 mahasiswa...

Bulog Gelontorkan 650 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Jakarta (suarantb.com)–Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya...

Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Jakarta (suarantb.com)– Aplikasi Super Apps Digital Banking BRImo milik...

Bupati Dompu Minta Pelaksanaan MTQ Dievaluasi

Dompu (Suara NTB) - Bupati Dompu, H. Kader Jaelani...