Hampir Satu Ton Vanili NTB Diekspor ke Amerika Serikat

Mataram (Suara NTB) – UD.Rempah Organik Lombok mengekspor vanili, salah satu komoditas pertanian perkebunan NTB bernilai mahal. Hampir sebanyak satu ton melenggang ke buyer di Amerika Serikat. Ekspor dilakukan Kamis, 2 Oktober 2020, dokumen dan prosedur ekspor sudah sesuai ketentuan. Menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA) atas nama NTB, meskipun di ekspor melalui daerah lain.

“Nilai ekspornya Rp1,7 miliar kalau mengacu dengan nilai Kurs sekarang,” kata Muhir, Owner UD. Rempah Organik Lombok. Di negara Indonesia jenis tanaman rempah-rempah yang dijadikan obat herbal begitu banyak. Salah satu tanaman rempah yang sangat terkenal yaitu vanili. Tanaman vanili merupakan satu dari sekian banyak tanaman rempah yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, pengobatan tradisional, dan minuman.

Ekspor vanili ini perdana dilakukan tahun 2020 ini, saat pandemi Covid-19. Tahun 2019 lalu, ekspor juga dilakukan, ke Amerika Serikat. Muhir mengatakan, setelah ekspor perdana ini, ada rencana ekspor lagi sekitar 1,5 ton. Tetap ke Amerika Serikat. Muhir memiliki kelompok tani binaan yang tersebar di Pulau Lombok. Lebih dari 200 hektar luas lahannya. Tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur.

Vanili yang ekspornya adalah vanili organik. Vanili NTB menurut Muhir memiliki kekhasan dibanding vanili-vanili dari daerah lain. Terutama pada kekhasan aroma dan rasa. Sehingga sangat digemari oleh pemesannya di negeri Paman Sam. Rencananya juga akan ekspor ke Jerman, seperti tahun lalu. Harga vanili ekspor saat ini harga covid, Rp2,3 juta perkilo untuk kualitas paling bawah. Dalam keadaan normal, harganya bisa sampai 4,5 juta perkilo. Ditingkat petani di seluruh Indonesia, di kisaran 1,6 juta perkilo. Harga kering ekstrak.

Vanili adalah komoditas perkebunan yang harganya tinggi juga tak terlalu jauh pengaruh pasarnya meski covid. Karena itu, ia berharap pertanian perkebunan vanili bisa digalakkan. Petani bisa diberi bantuan terutama bibit. “Petani binaan kami berikan bibit. Tapi terbatas. Kalau pemerintah bisa menyiapkan bibitnya, sangat bagus,” katanya.

Melihat data terakhir ekspor NTB berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Agustus 2020 sebesar US$ 56.911.177, mengalami kenaikan sebesar 31,03 persen jika dibandingkan dengan ekspor Bulan Juli 2020 yang bernilai US$ 43.435.241. Ekspor Bulan Agustus 2020 yang terbesar ditujukan ke China sebesar 61,89 persen, Jepang  sebesar 30,82 persen kemudian disusul Amerika Serikat yaitu sebesar 5,85 persen.

Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Agustus 2020 adalah Barang Galian/ Tambang Non Migas sebesar US$ 52.571.912 (92,38 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 2.363.264 (4,15 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 1.011.779 (1,78 persen), Perhiasan/Permata sebesar US$ 673.356 (1,18 persen) serta Garam, Belerang, Kapur senilai US$ 183.480 (0,32 persen). (bul)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

0
Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga dengan banyaknya komunitas-komunitas sepeda motor yang terus berkembang, menjadikan sales people sebagai garda terdepan bisnis...

Latest Posts

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga...

PLN Siapkan Kembali Suplai Listrik Berlapis untuk Gelaran WSBK 2023

Mataram (Ekbis NTB)-Perhelatan ajang internasional World Super Bike (WSBK)...

Selain Promo Besar-besaran, Ricky Smartphone Siapkan 1.000 Snack Sehat bagi Pengunjung

Mataram (Suara NTB)-Menyambut bulan kasih sayang, Ricky Smartphone di...

Dinas LHK NTB akan Buka Kembali Pos Pengamanan Hutan

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat vakum akibat Pandemi...

Pemkot Bima Naikkan Dana Bantuan Stimulan Jadi Rp750 Juta

Kota Bima (Suara NTB) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima...