Industrialisasi di Sekolah Butuh Sentuhan Anggaran Pemerintah

0
Inilah karya-karya siswa SMK Ondak Jaya Desa Pesanggrahan Lotim yang menciptakan sepeda dan motor listrik. Mereka butuh bantuan anggaran dari pemerintah untuk terus berkreasi.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., dan Wakil Gubernur, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,M.Pd., terus mendorong pengembangan industrialisasi di daerah. Itupun terbukti dengan lahirnya beraneka industri dari tangan-tangan dingin siswa di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hanya saja, lahir dan diakuinya industri tersebut belum dibarengi dengan dukungan anggaran dari pemerintah.

Seperti halnya yang dirasakan SMK Ondak Jaya Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Lombok Timur (Lotim). SMK yang terletak di kawasan kaki Gunung Rinjani ini merupakan salah satu SMK yang cukup berprestasi di bidang industri. Banyak produk-produk yang diciptakannya menjangkau dunia pasar hingga ke luar daerah. Terakhir, SMK swasta ini menciptakan motor dan sepeda listrik.

Penciptaan beragam alat industri tersebut murni dengan mengelola anggaran sekolah yang didapatkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara bantuan langsung dari pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan industrialisasi di SMK Ondak Jaya selama ini tidak ada.

 “Kita hanya mendapat pengakuan atas karya kita. Tapi untuk dukungan anggaran dari pemerintah tidak ada. Selama ini kita hanya memanfaatkan dana BOS,” keluh Kepala SMK Ondak Jaya, Moh. Harmain, kepada Suara NTB, Jumat, 4 September 2020.

Ia menekankan, potensi dan prestasi yang diraih oleh SMK Ondak Jaya semestinya dilirik oleh pemerintah, terutama Pemprov NTB yang membawahi pendidikan SMK dan SMA. Menurutnya apabila ada anggaran yang digelontorkan dalam pengembangan industrialisasi di SMK Ondak Jaya, ia meyakini siswa di SMK Ondak Jaya dapat lebih mengembangkat bakatnya dengan menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.   “Kita sangat berharap dukungan anggaran agar kita dapat lebih berinovasi,”terangnya.

Ada ratusan produk yang dikembangkan oleh SMK yang terletak tidak jauh dari objek wisata Otak Kokoq Joben ini, mulai dari mesin cacah sampah organik, mesin kompos, mixer sampah, mesin cacah plastik. Selain itu, ada juga mesin pemipil jagung, spinner, mesin perontok padi, mesin perontok padi bulu, mesin mixer dodol, mesin cacah pakan ternak, dan mesin cover makan ternak serta berbagai jenis produk mesin lainnya serta motor dan sepeda listrik.

Pengembangan produk mesin itu dimulai pada tahun 2005 berawal dari proyek dari Kabupaten Mamuju berupa permintaan pembuatan open dan alat pengiris keripik pisang. Kemudian diikuti permintaan dari Sumbawa dan Bima untuk pemipil biji kopi dan penggilingan.

Dari ratusan produk yang pernah dibuat, permintaan konsumen paling banyak berupa mesin pengolahan sampah, mulai dari pencacah, pelembut dan mixer. Untuk praktik pembuatan mesin tepat guna ini, digunakan waktu praktik sekitar 80 persen dan teori 20 persen.

 “Kita berani membuat Jurusan Teknik Mesin, supaya peluang anak-anak di dunia kerja semakin besar. Dan kita berharap lulusan SMK Ondak Jaya ini ke depan dapat menjadi pencipta lapangan kerja,”harapnya.

Selaku sekolah yang cukup belia, SMK Ondak Jaya, membuka dua jurusan yakni Teknik Permesinan dan Teknik Elektronik Industri. SMK Ondak Jaya menjadi satu satunya di NTB pencipta mesin dan sudah mendapat SNI ISO untuk pembuatan mesin tepat guna pada tahun 2017. Misi dari SMK Ondak Jaya sendiri yakni melahirkan lulusan yang andal dalam tekhnologi tepat guna dan melahirkan siswa yang siap berwirausaha.

Disampaikan lebih jauh, pada awalnya Ondak Jaya merupakan sebuah nama perusahaan yang sudah menciptakan ratusan produk mesin dengan permintaan dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2017, Ondak Jaya kemudian mendirikan SMK dengan lokasi praktik di sekolah dan Ondak Jaya dengan harapan anak-anak bisa berkembang dan membuat usaha.

Hanya saja, Harmain, mengaku belum adanya perhatian dari pemerintah dalam mendukung pengembangan industri di SMK Ondak Jaya. SMK swasta ini hanya mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) layaknya satuan pendidikan pada umumnya. Akan tetapi khusus untuk bantuan pengembangan industri karya siswa di SMK Ondak Jaya sama sekali belum ada. (yon)