Pengantin Ikut Terpapar, Pesta Pernikahan Jadi Sumber Penularan Covid-19

0
Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat dua pesta pernikahan menimbulkan penularan Covid-19 di daerah ini. Bahkan, dalam salah satu pesta pernikahan, pengantin terpapar Covid-19 dari tamu undangan yang kebanyakan tidak memakai masker.

‘’Pesta pernikahan pertama, pernikahan tradisional di suatu desa. Orang yang menjadi tertular adalah pengantinnya. Sekian hari setelah sakit, pengantin merasakan gejala yang mirip Covid. Dan oleh keluarga diperiksakan, ternyata positif Covid-19,’’ ungkap Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH di Mataram, Sabtu malam, 29 Agustus 2020.

Eka mengatakan, saat ini pengantin yang terpapar Covid-19 tersebut sudah sembuh setelah menjalani isolasi di rumah sakit rujukan selama tiga minggu. Berdasarkan pengakuan keluarga pengantin, bahwa memang sebagian besar tamu yang menghadiri pesta pernikahan tersebut tidak memakai masker.

Pernikahan kedua, kata Eka  yang menjadi sumber penularan Covid-19 di NTB. Lebih dari 10 orang terpapar Covid-19 dalam pesta pernikahan yang cukup megah dan besar. Karena mendatangkan banyak orang dari berbagai kota di wilayah NTB.

‘’Saat ini yang kami catat, yang positif bukan saja tamu yang ada di kota tersebut (tempat berlangsungnya pesta pernikahan), tetapi juga tamu yang datang dari kota yang lain,’’ ucapnya.

Selain pesta pernikahan, tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah pada Pilkada serentak di NTB pada 4 – 6 September mendatang juga berpotensi membuat kerumunan. Sehingga, kata Eka, KPU dan Bawaslu harus betul-betul ketat dalam menegakkan protokol kesehatan dalam  proses pendaftaran bakal calon kepala daerah dan tahapan-tahapan Pilkada lainnya.

‘’Kita mendapatkan contoh dari kasus pernikahan. Kita tak ingin ada klaster kampanye dan Pilkada. Karena itu kita harapkan kesadaran penyelenggara dan calon kepala daerah dan para pendukungnya. Bahwa Pilkada saat ini adalah Pilkada yang sehat. Bukan saja secara politik tetapi juga sehat karena mengikuti protokol kesehatan,’’ harapnya.

Dikes NTB mencatat, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB hingga Sabtu (29/8) sebanyak 2.741 orang. Dari jumlah tersebut pasien yang masih dirawat sebanyak 562 orang, sembuh 2.022 orang dan meninggal 157 orang.

Berdasarkan data tersebut, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di NTB saat ini sebesar 73,77 persen. Sedangkan pasien yang masih dirawat sebanyak 20,5 persen. Sementara, tingkat kematian sebesar 5,73 persen. (nas)