Golkar Tetap Konsisten Dukung Pathul-Nursiah di Pilkada Loteng

0

Mataram (Suara NTB) – Partai Golkar menegaskan bahwa arah dukungannya di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah tetap konsisten kepada pasangan H. L. Pathul Bahri-H. Nursiah (Fathul-Nursiah). Sampai saat ini, tidak ada rencana di internal Golkar untuk mengalihkan dukungannya kepada paslon lainnya.

Demikian disampaikan Ketua Deks Pilkada DPD I partai Golkar Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda kepada wartawan, Selasa, 25 Agustus 2020 kemarin. Menurut Isvie, Surat Keputusan (SK) DPP Golkar kepada pasangan Pathul-Nursiah hanya tinggal menunggu waktu untuk diterbitkan.

“Tetap ke Pathul-Nursiah, bagaimana mau bergeser ke orang lain, Nursiah kader Golkar yang kita usung. Tinggal kita menunggu keputusan DPP Golkar saja yang Insya Allah akan secepatnya keluar dalam beberapa hari ke depan ini,” ucap Isvie yang juga Sekretaris DPD I Golkar NTB itu.

Apa yang disampaikan Isvie tersebut sekaligus untuk menepis isu yang menyebutkan bahwa Golkar akan mengalihkan dukungannya dari Pathul-Nursiah.

Ditegaskan Isvie, isu-isu tersebut tidak mempan untuk mengoyahkan komitmen dukungan Golkar kepada pasangan Pathul-Nursiah. Sebab DPD II Golkar Loteng dan DPD I Golkar NTB sudah sepakat dan kompak untuk mengusulkan paket Pathul-Nursiah ke DPP, sehingga tinggal menunggu penerbitan SK dari DPP saja.

“Saya kira dia kader Golkar, dari dulu Nursiah kader Golkar itu yang saya tahu. Saya ndak tahu kalau ada yang bila dia kader partai lain, karena dari awal beliau adalah kader dan simpatisan Golkar dan tidak pernah pindah partai, tanya saja kepada beliau,” tegasnya.

Diketahui dari tujuh daerah di NTB yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020. Golkar belum memutuskan arah dukungannya di tiga daerah yakni KLU, Loteng dan Sumbawa. Alotnya Keputusan dukungan DPP Golkar terutama di Loteng tersebut, lantaran tingginya dinamika tarik menarik dukungan yang menyangkut dinamika persaingan pilkada.

“Saya sudah berkomunikasi dengan DPP, Insya Allah satu dua hari ke depan ini SK akan dikeluarkan. Jadi kita tunggu keputusannya DPP supaya kita tidak banyak berspekulasi,” pungkasnya. (ndi)