Produsen Sepeda Listrik Diperbanyak

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB memperbanyak SDM terampil sebagai produsen sepeda listrik yang menjadi produk unggulan daerah. Produksi sepeda listrik saat ini masih terbatas dibanding jumlah peminatnya.

Rabu, 12 Agustus 2020, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME menutup kegiatan Bimbingan Teknis Perakitan Sepeda Listrik yang diberikan kepada 10 orang berlatar belakang perajin logam,  permesinan dan perbengkalan.

Sudah 10 hari peserta Bimtek yang mewakili kabupaten/kota di NTB ditempa kemampuannya mendesain dan memproduksi sepeda listrik. Dari rangka, hingga komponen-komponen lainnya. bekerja sama dengan Le-Bui (Lombok E – Bike Builder).

Seperti diketahui, Pemprov NTB saat ini menggencarkan program industrialisasi. Salah satunya sepeda listrik, selain mobil listrik. NTB sudah berhasil memproduksi sepeda listrik, dengan tiga merk. Matrik-B (Mbojo Elektrik Bike), NgebUTS yang diproduksi oleh Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Le-Bui.

Nuryanti mengatakan, setelah diperkenalkan sepeda listrik buatan NTB, peminatnya cukup banyak. Bahkan permintaannya datang dari luar negeri. Untuk memenuhi permintaan yang masuk, produsen sepeda listrik harus diperbanyak.

Nuryanti menambahkan, selama 10 hari Bimtek, peserta diberikan pembekalan mendesain, memproduksi hingga merakit komponen-komponen yang digunakan. Sepeda listrik yang dibuat saat ini diakui beberapa komponennya masih didatangkan dari luar negeri (impor). Diantaranya baterai dan dinamo. Dan rangka yang didatangkan dari luar daerah, serta pedal.

Setelah pelatihan, diharapkan peserta akan mampu membuat desain rangka. Sehingga tak perlu lagi mendatangkan dari luar NTB. untuk baterai dan dynamo, Pemprov NTB bekerjasama dengan UTS sedang melakukan riset untuk membuat baterai sendiri.

‘’Baterai dan dinamo sementara ini dipesan secara online dari luar negeri. Ke depan kita bisa mandiri,’’ tambah kepala dinas.

Nuryanti menegaskan, setelah pelatihan, para peserta akan mendesain sepeda listrik dengan desain sesuai kreativitasnya masing-masing. Pemprov NTB bekerjasama dengan lembaga sertifikasi, akan melakukan sertifikasi keahlian masing-masing.

‘’Apakah keahliannya membuat rangka, atau membuat komponen lain dari sepeda listrik. Pelatihan pengecatan juga akan diberikan,’’ ujarnya.

Ke depan, seluruh kegiatan dan komponen sepeda listrik akan dihasilkan secara mandiri dari Provinsi NTB. Mitra dari luar daerah mengusulkan agar NTB hanya perakit, rangka akan disuplay.

‘’Kalau demikian, sekadar merakit, apa yang bisa didapatkan. Dengan memproduksi sendiri seluruh komponen dan perakitannya, manfaatnya akan lebih besar,’’ imbuhnya.

Untuk membangun ekostemnya, peserta pelatihan juga ditekankan untuk mentransfer pengetahuannya kepada lingkungan sekitar. Agar home industry sepeda listrik lebih cepat berkembang dan melibatkan banyak orang.(bul)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...