Polda NTB Siap Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Unram

Mataram (Suara NTB) – Kasubdit IV Remaja Anak Wanita Ditreskrimum Polda NTB, AKBP. Ni Made Pujewati mengatakan pada prinsipnya pihaknya siap menyelidiki kasus tersebut. Namun, dia mengaku belum menerima laporan pengaduan dugaan pelecehan oknum dosen terhadap mahasiswi Fakultas Hukum Unram itu.

“Kita belum ada laporan. Kalau ada laporan, itu menjadi dasar kita melakukan penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 21 Juli 2020.

Menurutnya, laporan itu untuk menjadi data awal penyelidikan. Paling sederhana adalah meminta keterangan korban mengenai peristiwa yang dialami. “Ini juga berkaitan dengan bukti-bukti untuk pembuktian pidananya. Karena kasus perbuatan cabul ini terkadang sulit ditemukan buktinya,” sebut dia.

Dia mencontohkan misalnya dalam hal kekerasan anak. Meskipun bukti tanda fisik akibat kekerasan tidak ditemukan, namun penyidik bisa menggunakan hasil tes psikologis.

“Kalau anak pasti ada traumanya. Nah kalau orang dewasa ini kan dalam kondisi dia sudah sadar, sudah punya daya untuk menolak. Sangat sulit juga mau pakai bukti dampak psikis,” jelasnya.

Dewan Kode Etik Fakultas Hukum (FH) Universitas Mataram telah menggelar sidang atas dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang diduga dilakukan oknum dosen FH Unram berinisial NIN, pada Selasa, 21 Juli 2020.

Sidang dipimpin Ketua Dewan Kode Etik FH Unram, Prof. Dr. Zainal Asikin. Salah satu keputusan sidang yaitu menskors oknum dosen tersebut.

Oknum dosen Fakultas Hukum Unram itu diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi. Diduga, aksi pelecehan itu dilakukan saat korban tengah melakukan konsultasi skripsi di salah satu ruangan kampus setempat.

Ketua Dewan Kode Etik Unram, Zainal Asikin, usai menggelar sidang menyebut terdapat tiga putusan yang diambil dalam sidang yang digelar lebih dari satu jam itu. Adapun putusan pertama, ialah oknum dosen terbukti melakukan tindakan asusila setelah mengakui perbuatannya. Oknum dosen itu mengakui perbuatannya di hadapan forum sidang.

Putusan kedua, Dewan Kode Etik memutuskan untuk mencopot oknum dosen dari jabatannya sebagai Sekretaris di Jurusan Hukum Pidana Fakultas Hukum Unram.

Sementara putusan ketiga ialah, pihak kampus menskors atau menghentikan untuk sementara waktu oknum tersebut sebagai dosen selama lima tahun. Hal itu mengingat yang bersangkutan akan melanjutkan kuliahnya di program doktoral. Ini karena niat melanjutkan studi merupakan keinginannya sendiri, bukan dari beasiswa kampus.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unram, Dr. Hirsanuddin, menjelaskan bahwa digelarnya sidang kode etik ini lantaran adanya kasus yang dilaporkan mahasiswi Fakultas Hukum Unram.

Dikatakan Hirsanuddin, kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus ini merupakan kasus pertama yang dilaporkan seorang mahasiswi. Dalam catatan pihaknya bahwa tidak pernah ada kejadian asusila seperti ini sebelumnya. Baru kali ini kejadian yang mencoreng wajah kampus merah sebutan Fakultas Hukum terjadi.

“Kalau ada yang laporkan lagi akan kita proses,” jelas Hirsanuddin.

Adapun jika kasus ini dibawa ke Aparat Penegak Hukum (APH), hal demikian menjadi kewenangan korban. Dia pun menyerahkan sepenuhnya jika kasus ini dibawa ke APH. Hasil sidang Dewan Kode Etik disebutnya menjadi rujukan putusan yang diambil selanjutnya. (why/dys)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

0
Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga dengan banyaknya komunitas-komunitas sepeda motor yang terus berkembang, menjadikan sales people sebagai garda terdepan bisnis...

Latest Posts

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga...

PLN Siapkan Kembali Suplai Listrik Berlapis untuk Gelaran WSBK 2023

Mataram (Ekbis NTB)-Perhelatan ajang internasional World Super Bike (WSBK)...

Selain Promo Besar-besaran, Ricky Smartphone Siapkan 1.000 Snack Sehat bagi Pengunjung

Mataram (Suara NTB)-Menyambut bulan kasih sayang, Ricky Smartphone di...

Dinas LHK NTB akan Buka Kembali Pos Pengamanan Hutan

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat vakum akibat Pandemi...

Pemkot Bima Naikkan Dana Bantuan Stimulan Jadi Rp750 Juta

Kota Bima (Suara NTB) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima...