39 Daerah di NTB Alami Kekeringan

0
Ilustrasi kekeringan di NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menyebutkan, sebanyak 39 daerah di NTB yang mengalami kekeringan. Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah NTB.

‘’Curah hujan di NTB pada dasarian II Juli 2020 didominasi oleh curah hujan dengan kategori rendah,’’ kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Luhur Tri Uji Prayitno, SP, M.Ling dalam keterangannya, Senin, 20 Juli 2020.

Ia menjelaskan, curah hujan tertinggi tercatat di Pos Batulayar, Lombok Barat  sebesar 33 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian II Juli 2020 di Pulau Lombok dominan Atas Normal, sementara di Pulau Sumbawa umumnya bervariasi dari Bawah Normal (BN) yaitu di bagian tengah dan Atas Normal (AN) di bagian  barat serta timur.

Ditambahkan, monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) umumnya bervariasi dalam kategori Sangat Pendek  (1 – 5 hari) hingga kategori kekeringan ekstrem  (> 60 hari) pada tanggal updating. HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Kempo dan Pajo di Kabupaten Dompu sepanjang 61 hari.

‘’Peluang terjadinya hujan pada dasarian III Juli 2020 umumnya rendah. Curah hujan <20 mm per dasarian umumnya berpeluang terjadi lebih dari 90 persen di seluruh wilayah NTB,’’ katanya.

Disebutkan, 39 daerah di NTB yang mengalami kekeringan. Antara lain, daerah dengan Hari Tanpa Hujan di atas 60 hari untuk dibeberapa wilayah Dompu berada di Kempo dan Pajo. Kemudian daerah dengan Hari Tanpa Hujan 31 – 60 hari untuk di  sebagian wilayah Lombok Barat berada di Gerung dan Lembar.

Lombok Tengah di Praya Barat, Pujut dan  Jonggat, Lombok Timur di Terara, Sambelia, Wanasaba dan Jerowaru, Lombok Utara di Pemenang, Tanjung dan  Gangga. Kemudian Sumbawa di Moyo Utara, Buer, Lape, Labuan Badas, Sumbawa, Moyohilir, Tarano, Empang, Plampang, Lenangguar, Alas dan Orong Telu.

Selanjutnya Sumbawa Barat berada di Jereweh, Maluk dan Sekongkang, Dompu di Kilo, Huu dan  Manggalewa,  Bima di Sape, Wawo, Bolo, Madapangga dan Soromandi dan Kota Bima di Asakota dan Raba.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada terhadap adanya potensi kebakaran semak, lahan, hutan dan perumahan. ‘’Serta diharapkan juga agar masyarakat bisa lebih bijak menggunakan air bersih seiring dengan masuknya puncak musim kemarau di sabagaian wilayah di NTB,’’ tandasnya. (nas)

Tiitle Ads