Rapat Memanas, Pansus Tuding Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram Tak Punya Hati

0
Nyayu Ernawati (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Rapat kerja panitia khusus (Pansus) pengawasan penanganan covid-19 DPRD Kota Mataram dengan tim gugus tugas penanganan covid-19 Kota Mataram, Jumat, 3 Juli 2020 memanas. Puncaknya, Wakil Ketua Pansus pengawasan penaganan covid-19 DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos, menuding gugus tugas penanganan covid-19 Kota Mataram tak punya hati.

Ihwalnya, Nyayu tak menemukan item pengadaan masker anak dalam refocusing anggaran di sejumlah OPD yang menjadi bagian dari tim gugus tugas Kota Mataram. Di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Mataram, misalnya. Dari 300 ribu pengadaan masker di OPD pimpinan Mahfudin Noor, sama sekali tidak ada pengadaan masker anak.

Demikian pula, saat bertemu dengan BP3A (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Mataram.

‘’Saya tidak melihat ada pengadaan masker anak. Di BPBD hanya pengadaan masker orang dewasa. Lalu di mana keberadaan masker anak ini. Ini namanya benar-benar tidak punya hati,’’ katanya dengan nada tinggi. Nyayu sangat kecewa dengan nihilnya anggaran untuk masker anak.

‘’Anak-anak sering dibawa ke pasar, tapi tidak memakai masker,’’ sesalnya. Oleh karena itu, dia meminta harus ada masker untuk anak-anak. Karena bagaimanapun, anak-anak adalah generasi penerus bangsa.

Kepada DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany berkilah, anggaran mereka pada refocusing tahap pertama maupun tahap kedua, terkoreksi. Di tahap pertama, anggaran yang diusulkan Rp168 juta lebih terkoreksi menjadi Rp80 juta lebih.

Sedangkan pada refocusing tahap kedua, dari usulan Rp134 juta lebih, anggaran di DP3A Kota Mataram terkoreksi menjadi Rp77 juta lebih. Namun setelah dicecar Pansus, DP3A Kota Mataram mengaku, belum mengajukan pengadaan masker anak. Pihaknya, kata Dewi, bergerak pada pengadaan kebutuhan spesifik untuk tumbuh kembang dan ketahanan fisik anak dan perempuan.

‘’Kami kelompokkan mereka berdasarkan usia. Usia 0 – 2 tahun, 3 – 4 tahun, 5 – 17 tahun,’’ sebutnya. Dewi mengaku, pihaknya juga ada pengadaan masker untuk perempuan. Dia merinci, untuk pengadaan masker dan APD (alat pelindung diri), pihaknya menganggarkan Rp36 juta. (fit)