50 Kelurahan di Mataram Masuk Zona Merah

Mataram (Suara NTB) – Upaya Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menekan penyebaran virus perlu digenjot kembali. Dua kelurahan sebelumnya zona hijau, kini mulai terpapar. Hal ini menandakan 50 kelurahan masuk kategori zona merah. Optimalisasi program penanganan Covid-19 berbasis lingkungan (PCBL) harus dievaluasi.

Adalah Kelurahan Gomong Kecamatan Selaparang dan Kelurahan Sapta Marga Kecamatan Cakranegara. Dua kelurahan tersebut awalnya nihil kasus Corona. Jebolnya pertahanan itu dinilai konsekuensi dari penyebaran virus melalui transmisi lokal. Tim gugus tugas tidak bisa memetakan berdasarkan kewilayahan atau teritorial.

“Semua tidak ada yang aman. Apalagi klaster ini beralih ke klaster lokal,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa, Selasa, 16 Juni 2020.

Program PCBL sangat efektif membentengi lingkungan. Tetapi diakui, pelaksanaan di lapangan tidak efektif. Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, H. Ahyar Abduh pernah mengumpulkan seluruh kecamatan dan kepala puskesmas memaksimalkan peran mendukung PCBL tersebut.

Skenario lainnya adalah pemusatan pemeriksaan kesehatan dengan metode uji usap (swab). “Pak Wali bahkan meminta dilakukan swab massal untuk penanganan virus berbasis lokal. Ini juga mendukung alat yang baru dibeli oleh rumah sakit,” tandasnya.

Meskipun seluruh kelurahan di Kota Mataram masuk zona merah, tetapi tidak semua lingkungan terpapar. Dari 325 lingkungan, sekitar 146 lingkungan ditemukan kasus positif.

Data kasus Covid-19 di Kota Mataram sampai sekarang ini mencapai 229 pasien sembuh, 141 positif masih dalam perawatan dan 22 orang meninggal dunia. Pasien dalam pengawasan 272 dan orang dalam pemantauan 26. Secara penyebaran, Kecamatan Ampenan tercatat 70 orang sembuh, 71 PDP, 6 ODP, 29 positif masih dalam perawatan dan 5 meninggal dunia.

Kecamatan Sekarbela 27 sembuh, 42 PDP, 23 positif dalam perawatan dan 4 meninggal dunia. Kecamatan Mataram 36 sembuh, 57 PDP, 8 ODP, 23 positif masih dalam perawatan dan 4 meninggal dunia.

Kecamatan Sandubaya 25 orang sembuh, 33 PDP, 3 ODP, 21 positif masih dalam perawatan dan 2 meninggal dunia. Kecamatan Cakranegara 37 orang sembuh, 24 PDP, 1 ODP, 15 orang positif dan masih dalam perawatan dan 4 meninggal dunia. Kecamatam Selaparang 34 orang sembuh, 45 PDP, 2 ODP, 22 orang positif masih dalam perawatan dan 3 orang meninggal dunia. (cem)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform...

0
Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menginisiasi kerja sama Layanan Digital...

Latest Posts

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform AYO SRC

Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem...

80 Mahasiswa Pertukaran Dalam Negeri Belajar di Unisma

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang menyambut sebanyak 80 mahasiswa...

Bulog Gelontorkan 650 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Jakarta (suarantb.com)–Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya...

Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Jakarta (suarantb.com)– Aplikasi Super Apps Digital Banking BRImo milik...

Bupati Dompu Minta Pelaksanaan MTQ Dievaluasi

Dompu (Suara NTB) - Bupati Dompu, H. Kader Jaelani...