Lobar Masih Transisi, Lotim Siap Menuju Kenormalan Baru

0
H. Fauzan Khalid (Suara NTB/her),H. M. Sukiman Azmy (Suara NTB/rus)

Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) saat ini tengah berupaya pada transisi untuk menuju new normal atau kenormalan baru. Meski menuju tahap kenormalan baru terasa berat, mengingat sebagian masyarakat masih bandel, tak menaati imbauan dan protokol Covid-19. Ditambah lagi masih banyak pasien positif Covid-19.

“Kita kan pada transisi kenormalan baru, agak berat memang menuju itu kalau masyarakat masih pengkung (bandel),” tegas Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Kamis, 4 Juni 2020.

Di masa transisi kenormalan baru ini, pihaknya terus melakukan berbagai upaya pembiasaan masyarakat terhadap standar kesehatan. Sambil pihaknya bersabar menggencarkan upaya sosialisasi. Kata dia, menuju kenormalan baru ini bagaimana masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. Menurutnya, kalau protokol kesehatan dijalankan, semua tempat baik itu masjid, tempat wisata dan lain-lain bisa dibuka. Hanya saja, masalahnya tidak bisa dijamin masyarakat menaati standar Covid-19. “Problem kita kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,”jelas dia.

Ia mencontohkan Korea Selatan, tidak ada yang dilarang, namun warganya taat dan disiplin dalam melaksanakan protokol Covid-19. “Tapi masyarakat kita kan ndak bisa begitu, bahkan ada yang nantang kan, nantang penyakit. Penyakit itu kan dari Tuhan, artinya kan nantang Tuhan juga jadinya,”ujarnya.

Meski di tengah kondisi masyarakat yang belum semua sadar akan standar Covid-19, pihaknya tetap bersabar menyadarkan mereka dengan gencar melakukan sosialisasi melibatkan semua unsur. Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap strategi penanganan Covid-19. Barulah setelah itu bergerak lagi turun melakukan sosialisasi. Strategi yang dilakukan pihaknya memperkuat pencegahan dengan turun sosialisasi secara masif. Arahnya sosialisasi lebih banyak pada protokol kesehatan.

Kepala Dikes Lobar Hj. Made Ambaryati menegaskan, sejauh ini pasien positif di Lobar bertambah menjadi 139 orang, namun pasien sembuh juga bertambah 55 orang. “Pasien sembuh bertambah 55 orang,” ujarnya. Untuk penanganan pasien sendiri maksimal dilakukan oleh rumah sakit.

Mereka diberikan obat dan vitamin, makanan serta olahraga. Setelah swab negatif barulah dipulangkan. Pasien positif ini, jelas dia, terdapat tenaga kesehatan Lobar yang bertambah menjadi 21 orang. Terdiri dari 9 orang dirawat di Rumah Sakit Tripat dan Rumah Sakit Awet Muda Narmada 7 orang serta sisanya dirawat di provinsi. Selain itu ada 14 orang yang dikarantina di Aruna Hotel.

Pada bagian lain, Bupati Lombok Timur (Lotim) H. M. Sukiman Azmy menegaskan, Lotim sudah mulai memasuki fase new normal atau kenormalan baru. Meski terbilang, Lotim belum masuk kategori daerah yang memenuhi syarat untuk melaksanakan kenormalan baru.
Kepada wartawan, Kamis, 4 Juni 2020, bupati menegaskan, kenormalan baru bagi masyarakat Lotim bukanlah satu hal yang asing. Disampaikan, sudah mulai disosialisasikan agar masyarakat bisa kembali menggunakan masjid. “Itu arahnya kan new normal itu,” terangnya.

Dalam waktu dekat, katanya sekolah pun juga akan dibuka. Dengan demikian, new normal bagi masyarakat Lotim sudah biasa dilakukan. Soal syarat agar suatu daerah bisa melaksanakan new normal bupati mengatakan akan mencoba menyesuaikan dengan syarat tersebut. “Intinya, masyarakat sudah mulai terbiasa,” ucapnya.
Jika mengacu pada persyaratan, minimal satu daerah harus memiliki rata-rata kasus positif Covid atau positive rate yang masih tersisa hanya 5 persen. Sementara, seiring dengan penambahan kasus positif setiap harinya, angka positive rate Lotim masih tinggi sehingga belum bisa melaksanakan new normal.

Terpisah, Ketua DPRD Lotim, Murnan mengatakan mengacu pada target yang ditetapkan pemerintah dalam satu bulan ini harus sudah bisa mengatasi Corona. Diminta tim gugus tugas ini fokus menyelesaikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif. “Tentu akhir bulan Juni atau awal Juli Lombok Timur diharapkan masuk new normal,” ucapnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lotim ini meminta, guna mempercepat kenormalan baru itu diharapkan dapat dilakukan rapid test setiap dusun atau lingkungan. Hal ini katanya dilakukan guna mencegah transmisi lokal yang tidak terkendali. (her/rus)