Pandemi Covid-19, Diterbitkan Panduan Perlindungan Anak

0
Ilustrasi Anak (Pixabay)

Praya (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luas bagi hampir semua kalangan. Termasuk anak-anak yang kini harus dihadapkan pada situasi yang sulit. Salah satu dampaknya berupa terhambatnya kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan tidak terpenuhinya hak-hak pendidikan anak termasuk perlindungan bagi anak itu sendiri.

Untuk merespons hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menerbitkan panduan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di masa pandemi Covid-19. Keberadaan PATBM nantinya diharapakan bisa menjadi panduan bagi penanganan anak-anak di tengah masa pandemi Covid-19.

Dalam rilis yang diterima Suara NTB, Jumat, 29 Mei 2020, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Nahar, mengatakan PATBM merupakan sebagai salah satu gerakan perlindungan anak berbasis masyarakat yang telah diinisiasi oleh Kemen PPPA. Dan, nantinya diharapkan bisa diaplikasikan dan dikembangkan bersama oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

“PATBM berperan aktif dalam upaya perlindungan dan penghapusan kekerasan terhadap anak di Indonesia, terutama pada kelompok masyarakat di tingkat desa atau RT maupun RW,” terang Nahar. Sekaligus menjadi gerakan organik yang responsif ketika dihadapkan pada adanya bentuk ancaman atau kasus pelanggaran pemenuhan hak dan perlindungan anak. Termasuk ancaman yang tengah dihadapi berupa pandemi Covid-19.

Guna mengoptimalkan penerapaan PATBM, Kementerian PPPA telah menyebar 548 aktivis PATBM di 34 provinsi, 68 kabupaten/kota dan 136 desa. Dan, sudah tergabung sebagai relawan pencegahan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. “Peran para aktivis PATBM yang menguasai situasi di masyarakat diharapkan mampu mempermudah dalam menindaklanjuti hal apa saja yang diperlukan saat terjadi kasus Covid-19. Terutama yang menyangkut perlindungan dan pemenuhan akan hak-hak anak,” sebutnya.

Terlebih dengan wacana penerapan kebijakan new normal, PATBM juga dapat menjadi salah satu acuan untuk bersiap menghadapi kondisi tersebut. “Prinsip dasar dari PATBM dalam pandemi melaksanakan pencegah penularan COVID-19 pada anak dan menurunkan kekerasan pada anak dalam situasi pandemi COVID-19,” pungkas Nahar. (kir)