Tidak Cukup Secara Daring, Guru SDN 2 Paokmotong Datangi Rumah Murid

0
Aktivitas belajar murid SDN 2 Paokmotong di tengah pandemi Covid-19. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Selama pandemi virus Corona, aktivitas belajar siswa dilakukan di rumah-rumah. Pihak sekolah dituntut untuk berinovasi. Pola belajar sistem daring atau online ini dinilai belumlah cukup. Apalagi bagi siswa yang orang tuanya tidak memiliki fasilitas telepon pintar.

Menyadari hal itu, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Paokmotong Kecamatan Masbagik mencoba untuk tetap memberikan pelajaran dengan mendatangi para muridnya. ”Kalau saya gurunya yang datang ke rumah murid,” terang Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Paokmotong, Hj. Nurhayati kepada Suara NTB, Selasa, 12 Mei 2020.

Siswa belajar dirumah diyakini tidak bisa tanpa bimbingan, karenanya menjadi kebijakan sekolah, para guru langusng datang menemui para siswa. “Bagaimana sekarang ini, anaknya bisa ditemani belajar sama gurunya,” ucapnya.

Sekolah dengan jumlah murid 292  orang ini mencoba tetap memberikan pembelajaran kepada murid agar tidak ketinggalan mata pelajarannya.

Diakuinya, sudah pula dilakukan belajar secara online. Para guru sudah memiliki nomor WhatsApp dari orang tua murid. Tugas-tugas belajar murid dikirim melalui group. Dari grup WhatsApp inilah dapat belajar dengan baik, meskipun tidak semua bisa melakukannya.

Selama pandemi Covid, siswa dilarang pergi ke sekolah dan diterapkan sistem belajar di rumah secara daring. Akan tetapi sejauh ini dinilai sebagian besar waktu para murid digunakan untuk bermain-main saja. Hanya sebagian kecil yang belajar.

Meski tidak setiap hari mendatangi para murid, tapi setidaknya dalam sepekan bisa dilakukan kunjunagn ke murid tiga kali. “Dalam seminggu rata-rata tiga kali kunjungan guru ke muridnya,” tutur Nurhayati.

Selama bulan suci Ramadhan ini aktivitas para guru tetap terpantau dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Sepulang mengajar, para guru melakukan tadarus Al Qur’an. “ Pulang guru ngajar dari rumah kerumah, tiang suruh tadarusan di sekolah,” demikian paparnya. (rus)