Pelatda Dibubarkan, Insentif Empat Atlet PON NTB Asal Bima Tetap Diberikan

0
Yeyen (Suara NTB/ist)

Bima (Suara NTB) – Pusat Pelatihan Daerah (Pelatda) Provinsi NTB dibubarkan karena Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sedianya akan digelar di Provinsi Papua tahun 2020 dipastikan ditunda dampak wabah covid-19.

Dari atlet Pelatda NTB yang dibubarkan tersebut empat orang diantaranya berasal dari Kabupaten Bima. Tiga orang atlet catur dan satu orang cabang atletik. Kini mereka sudah dikembalikan ke rumahnya masing-masing.

Salah seorang atlet Catur andalan Kabupaten Bima yang masuk Pelatda NTB,  Yeyen mengaku hingga saat ini dirinya sudah dikembalikan ke daerah setelah tiga bulan berada di Pelatda. “Sudah dikembalikan ke rumah, karena Pelatda sudah dibubarkan,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 5 Mei 2020.

Meski begitu, ia mengaku Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bima tetap memperhatikan kondisi dirinya. Termasuk memberikan gaji selama tiga Bulan. “Tetap diperhatikan dan gaji saya juga sudah diberikan selama tiga bulan,” katanya.

Menurutnya gaji yang diberikan itu langsung dicairkan ke rekening atlet masing-masing. Selain dirinya ada tiga atlet asal Kabupaten Bima yang masuk Pelatda NTB, tiga orang atlet catur dan seorang cabang altetik.

Menurutnya, lantaran wabah corona pelaksanaan PON Papua akan ditunda sampai tahun 2021 mendatang. Hanya saja para altet akan tetap dikontrol oleh pelatih dan diarahkan untuk tetap rutin latihan. “Rencananya akan dipanggil kembali pada Januari 2021 mendatang,” katanya.

Untuk itu atlet catur yang meraih dua medali emas dan satu perak dalam ajang PORPROV NTB tahun 2018 ini berharap wabah corona segera berakhir supaya PON Papua bisa digelar.

“Harapan kami corona ini segera berakhir agar kami bisa event-event olahgara termasuk PON Papuan bisa digelar,” ujarnya.

Sementara Bendahara Umum KONI Kabupaten Bima, Casman, SH menegaskan pihaknya akan tetap memperhatikan semua atlet yang terdampak covid-19. Tertuma yang masuk dalam PON Papua yang mewakili NTB.

“Tetap kita perhatikan semua tanpa terkecuali. Tapi yang kita utamakan atlet-altet kita yang masuk PON Papuan,” pungkasnya. (uki)