PDP Meninggal Asal Lape Terkonfirmasi Positif, Klaster Magetan dan Transmisi Lokal Mulai Teridentifikasi

0
Didi Darsani (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – RE (31) perempuan asal Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Sumbawa yang meninggal pada 28 April 2020 lalu ternyata positif Covid-19. Kepastian ini diperoleh setelah adanya hasil pemeriksaan sampel swab yang dirilis pemprov NTB, Minggu, 3 Mei 2020.

Sementara ini, pasien diketahui tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 juga tidak pernah. Awalnya RE dirujuk dari puskesmas ke Rumah Sakit HL Manambai Abdul Kadir (RSMA) sekitar pukul 12.00 Wita. Hasil pemeriksaan, pasien mempunyai penyakit penyerta anemia gravis, hipertiroid dan pneumonia bilateral. Empat jam setelah dirawat, RE meninggal dunia di rumah sakit.

Di hari yang sama, tiga orang lainnya asal Sumbawa juga dinyatakan positif covid-19. Yakni Tn. AA laki-laki usia 21 tahun, penduduk Desa Tatede, Kecamatan Lopok. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Dengan demikian, AA merupakan pasien positif pertama dari Klaster Magetan di Sumbawa. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.

Dua orang lainnya yakni AH perempuan berusia 9 tahun dan Ny. N perempuan usia 32 tahun asal Desa Labu Jambu Kecamatan Tarano. Kedua pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 144 asal desa setempat.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Dari empat tambahan kasus positif, satu diantaranya asal Labuhan Kuris Kecamatan Lape yang meninggal dunia beberpa waktu lalu. Kemudian dua asal Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano. Mereka merupakan kontak erat dari pasien positif (Klaster Gowa) yang juga warga setempat. Sedangkan satu orang lainnya dari Klaster Magetan.

“Yang positif empat itu, satu dari Labuhan Kuris, Kecamatan Lape yang sebelumnya meninggal dunia. Dua orang merupakan keluarga dari yang sudah positif sebelumnya di Labuhan Jambu (kontak erat red), satu dari Klaster Magetan asal Desa Tatede, Kecamatan Lopok,” ujarnya.

Terhadap pasien positif asal Lape, belum diketahui jelas kontaknya. Karena saat dibawa ke rumah sakit, sudah tidak bisa berbicara dan setengah hilang kesadaran. Yang bersangkutan meninggal dunia setelah 4 jam berada di rumah sakit. Pihaknya akan akan mewawancarai keluarga yang ditinggalkan untuk keterangan lebih lanjut.

“Kita belum bisa mengklarifikasi lebih lanjut. Itulah gunanya kita melakukan contact tracing kasus,” terangnya.

Pihaknya juga mengidentifikasi petugas medis yang sempat melakukan kontak langsung dengan yang bersangkutan. Informasi juga terus dikumpulkan, dan petugas medis nantinya akan dilakukan rapid test.

“Kalau perawat itu rutin kita lakukan rapid test. Beberapa diantaranya yang kasus kayak begini biasanya langsung kita siapkan untuk rapid. Dirapid saja dulu mereka,” sebutnya.

Begitupula terhadap satu orang yang Klaster Magetan dan dua orang kontak erat pasien positif (Klaster Gowa). Adanya tambahan kasus positif ini, pihaknya akan memaksimalkan penelusuran kontak. Pihaknya juga berharap adanya keterbukaan dalam proses penelusuran kontak yang dilakukan.

“Harapan kita bisa terbuka semua, terutama di Tarano lumayan besar. Kita akan memaksimalkan contact tracing, supaya gak ada yang lolos. Kalau ada yang tidak jujur itu yang bahaya,” tandasnya.

Dengan adanya tambahan empat kasus baru, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumbawa mencapai 18 orang. Satu orang diantaranya dinatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia. (ind)