Pemotongan Sapi Berkurang Menjadi 150 Ekor Sehari

Mataram (Suara NTB) – Sejak pandemi Covid-19 mewabah, aktivitas pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH)  mengalami penurunan yang signifikan. Biasanya dalam sehari, Pemprov NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) mengeluarkan rekomendasi untuk pemotongan hewan sebanyak 50 rekomendasi. 1 rekomendasi untuk 15 ekor sapi potong. Atau untuk 50 rekomendasi, sebanyak 750 ekor seluruhnya.

“Rekomendasi yang kita keluarkan sekarang hanya 10. Sekitar 150 ekor sapi,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provini NTB, Ir. Hj. Budi Septiani. Penurunan jumlah hewan potong ini akibat dari turunnya permintaan daging konsumsi dari masyarakat. Sejak wabah Covid-19 masuh ke NTB, Pemprov NTB juga mengambil sikap.

Salah satunya membijaksanai pasar ternak. Sejumlah pasar ternak telah ditutup. Pemerintah berharap, dengan penutupan sementara pasar ternak ini, upaya mengendalikan penularan potensi virus corona dapat dilakukan secara maksimal.

Hj. Budi Septiani menjelaskan data yang dikeluarkan BPS dan Dirjen Peternakan, dari 10 kabupaten/kota di NTB, Populasi sapi di NTB sebanyak 1.242.749 ekor.

Tersebar 2.289 di Kota Mataram, 118.375 ekor di Lombok Barat, 182.120 ekor di  Lombok Tengah, 93.675 ekor di Lombok Utara. 140.782 ekor di Lombok Timur, 71.869 ekor di Sumbawa Barat, 260.041 di Sumbawa, 142.947 ekor di Dompu, 206.134 ekor di Kabupaten Bima dan 24.513 ekor di Kota Bima. Produksi daging mencapai 22.295 ton/tahun. Sementara konsumsi sebanyak 21.784 ton/tahun.

Lima kabupaten surplus, lima kabupaten/kota defisit (produksi sapi). Untuk Pulau Lombok, hanya Lombok Utara yang surplus produksi sapi. Sementara di Pulau Sumbawa, surplus produksi sapi di empat kabupaten, selain Kota Bima. Khusus di Kota Mataram, kebutuhan daging sebulan sebanyak 100 ton. Dengan minimnya jumlah potong sapi setelah wabah corona ini, stok sapi potong di NTB melimpah. Artinya, kebutuhan daging untuk puasa ini sangat tercukupi. Tinggal kesiapan daya beli masyarakat untuk mengkonsumsi daging.

Tingginya stok sapi potong ini, juga berkaitan dengan dihentikannya pengiriman bibit sapi keluar daerah karena corona. “Sekarang sudah tidak ada lagi pengiriman bibit sapi ke luar daerah. otomatis terjadi penambahan stok sapi potong kita. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kalau ketersediaan daging kita,” demikian kepala dinas. (bul)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...