Warga Mataram Dilarang Mudik

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengimbau warga agar tidak mudik menjelang lebaran. Hal ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Diharapkan masyarakat Kota Mataram menunda mudik,” kata Walikota dikonfirmasi, Kamis, 23 April 2020.

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo secara resmi telah melarang kegiatan mudik tahun ini. Arahan presiden sambung Walikota, harus diikuti oleh masyarakat. Dia menginginkan, warga untuk tetap melaksanakan Hari Raya Idul Fitri di Kota Mataram. “Yang di Mataram tetap di Mataram,” imbuhnya.

Selain penegasan terhadap warga, Walikota juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di Kota Mataram, juga tidak pulang kampung saat lebaran mendatang. Pasalnya, sanksi bagi pejabat atau ASN yang nekad mudik telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). “Sanksi sudah diatur bagi ASN berani mudik,” tegasnya.

Meminimalisir kemungkinan warga maupun ASN nekad mudik, kata Walikota, pengawasan akan diperketat di bandara dan pelabuhan. Apakah larangan mudik ini hanya berlaku untuk perjalanan ke luar daerah atau dalam daerah? Ahyar menegaskan, mudik tidak diperbolehkan. “Pokoknya tidak boleh mudik,” tegasnya.

Larangan mudik sebagian besar didukung oleh masyarakat. Muhammad Ali misalnya, memilih bertahan di Jakarta. Meskipun memiliki keinginan untuk pulang kampung saat lebaran. Menurut dia, pemerintah memperketat pengawasan di bandara. Dikhawatirkan, tiba di Lombok justru harus menjalani karantina selama 14 hari.

“Kalau pulang kemudian dikarantina dua minggu. Kan percuma saya pulang. Lebih baik diam disini (Jakarta, red),” ucapnya.

Keinginanya berkumpul bersama keluarga sangat besar. Pengalamannya selama merayakan Idul Fitri tidak pernah jauh dari orangtua maupun anak istrinya. Kata dia, merayakan lebaran di daerah orang terasa berbeda. Meskipun demikian, ia harus tetap mengikuti arahan pemerintah untuk mencegah penularan Covid -19. (cem)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...