Terkonfirmasi Positif, Riwayat Kontak Empat Klaster Gowa Ditelusuri

0
H. Hasan Basri. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak empat orang klaster Gowa di Sumbawa terkonfirmasi positif covid-19. Guna mengantisipasi semakin meluasnya penularan, Pemkab Sumbawa fokus melakukan penelusuran terhadap semua orang yang pernah berinteraksi langsung.

“Sekarang terhadap empat klaster Gowa yang positif, kami sedang menelusuri semua yang pernah berinteraksi,” Kepala Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, MM.

Menurutnya, keterangan dari pasien positif juga sangat diperlukan untuk menelusuri riwayat kontaknya. Sehingga gugus tugas mudah mengidentifikasi dan mengantisipasi meluasnya penularan. Nantinya semua yang pernah melakukan interaksi langsung dengan pasien akan dilakukan pemeriksaan cepat (rapid test).

“Semua yang kontak erat juga akan dilakukan rapid test untuk mengetahui apakah reaktif atau tidak. Prosedurnya seperti itu,” terangnya.

Menurut H. Bas yang juga Sekda Sumbawa, empat orang klaster Gowa yang dinyatakan positif sedang dirawat di RSMA. Sementara ini kondisi mereka dalam keadaan baik dan tim medis juga sudah siap dengan segala kemungkinan.

“Mereka berempat ada di rumah sakit. Kondisi Alhamdulillah baik. Saya yakin semuanya nda ada yang sampai fatal. Tidak ada yang menghawatirkan, dan tim medis rumah sakit siap dengan segala kemungkinan,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan swab 4 orang klaster Gowa lainnya. Harapannya hasil pemeriksaan tersebut negatif. “Kita masih menunggu 4 sampel klaster Gowa yang kita kirim,” tukasnya.

Di sisi lain, dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19, bukan hanya pekerjaan pemerintah. Tetapi diperlukan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat agar melaksanakan anjuran yang telah disampaikan pemerintah. Diantaranya menerapkan pola hidup sehat, istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi untuk menguatkan daya tahan tubuh. Kemudian menjaga jarak, tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting dan tetap menggunakan masker.

Hal ini menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kita bisa berhasil apabila ada dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat,” tukasnya.(ind)