Satu PDP di Dompu Meninggal Dunia

Dompu (Suara NTB) – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial HU (83) warga Kandai Satu dan diisolasi di RSUD Dompu akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 13.00 wita dalam masa perawatan. HU sempat brontak saat hendak diambil sampel swabnya, Selasa, 14 April 2020 dan baru diambil swabnya setelah dinyatakan meninggal dunia, Kamis, 16 April 2020.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Dompu, Jufri, ST, MSI kepada Suara NTB, Kamis kemarin membenarkan kabar meninggalnya HU warga Kandai Satu yang diisolasi di RSUD Dompu. Sampel swab untuk dilakukan tes laboratorium juga sudah diambil pihak RSUD Dompu sesaat setelah HU dinyatakan meninggal dunia. “Tadi sudah diambil sampel swabnya setelah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” katanya.

Karena HU sebagai PDP, ia ditangani dengan protap Covid 19 untuk perlakuan jenazah hingga dimakamkan. “Ya di rumah sakit dan tidak bisa dibawa ke rumahnya. Karena protapnya, dari rumah sakit itu langsung ke penguburan. Satu orang keluarganya aja nanti kita kasi alat pelindung diri (APD) lengkap kalau mau menyaksikan (pengurusan jenazah hingga dimakamkan),” katanya.

Jenazah HU akan dimakamkan di pemakaman umum Kandai Satu oleh petugas khusus yang dilengkapi dengan APD. Sesuai protap, jenazah juga akan diberi perlakukan khusus dan dimakamkan dengan peti jenazah dari RSU Dompu. Warga pun tidak diijinkan mendekati kuburan hingga proses penguburan selesai dilakukan.

Langkah tim selanjutnya, kata Jufri, akan dilakukan tes cepat Covid terhadap mereka yang pernah melakukan kontak dengan HU sebelum dirawat di ruang Isolasi. Berdasarkan data penelusuran Puskesmas, ada 29 orang keluarga yang pernah kontak langsung dengan HU. “Instruksi Kapolres, menyediakan alat rapid test mereka dulu untuk dilakukan terhadap keluarganya itu besok,” kata Jufri.

HU termasuk anggota jemaah tabligh yang mengikuti kegiatan pertemuan ulama se-Asia di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Setelah berada di Dompu, HU dikabarkan mengalami sakit dan dirawat secara mandiri di Kandai Satu.

Diketahui memiliki gejala mirip Covid-19, petugas langsung menjemputnya di kediaman menggunakan mobil ambulans dan langsung diisolasi di RSUD Dompu, Kamis, 9 April 2020. Saat dilakukan tes cepat pada awal diisolasi, hasilnya reaktif. Namun pengembilan sampel swab baru dilakukan pada Selasa, 14 April 2020, dan HU menolak untuk diambil sampelnya. (ula)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...