Ribuan Pekerja Hotel di Mataram Dirumahkan

0
H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Dampak dari penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Mataram mulai terasa. Terlebih lagi di bidang wisata dan perhotelan. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi pada Selasa, 7 April 2020 mengatakan, ribuan karyawan hotel di rumahkan.

“Kecuali di Hotel Plaza Mataram yang belum tutup hotelnya. Karena karyawan Lion Air dan Pilotnya masih menginap di sana. Jadi semua Hotel sudah merumahkan semua karyawannya,” kata Denny kepada Suara NTB.

Menurut Denny, dari 120 hotel di Mataram mempekerjakan sebanyak 100 karyawan, sebanyak 12.000 karyawan hotel di Mataram dirumahkan sampai batas tanggap darurat penangan Covid-19 selesai. Semua karyawan hotel yang dirumahkan jelas dia, tidak mendapat santunan dari pihak hotel.

“Selama dirumahkan, sejauh ini belum ada informasi apakah mereka mendapatkan pesangon atau tidak. Itu tergantung kesepakatan dari pihak hotel. Karena Covid-19 ini kan dampaknya ke semua orang. Bukan hanya pegawai hotel,” katanya.

Namun pihaknya akan mendata berapa jumlah konkret pegawai hotel di Mataram. Karena, hampir seluruh karyawan hotel terkena dampak Covid-19. “Bagaimana tidak di rumahkan, orang datang ke Mataram untuk menginap di hotel kan tidak ada,” katanya.

Denny memastikan, semua karyawan hotel di 120 hotel yang sudah ditutup di Mataram tidak di-PHK.

“Kita pastikan tidak ada yang di PHK. Karena ini kan kita belum tahu sampai kapan pandemik Covid-19 ini akan berakhir,” pungkasnya. Di rumahkannya semua pegawai hotel merupakan kesepakatan antara pihak hotel dan karyawan. “Jadi ini bukan kemauan sepihak,” tutup Denny. (viq)