Kontak dengan Pasien Positif, Tujuh Petugas Medis Dikarantina

0
Ilustrasi karantina Covid-19 (Sumber foto: pexels)

Mataram (Suara NTB) – Tujuh petugas medis di Puskesmas Cakranegara menjalani karantina. Mereka diketahui telah kontak langsung dengan pasien positif terinfeksi Corona Virus Disease atau Covid – 19 asal Lingkungan Pengempel, Kelurahan Bertais. Protokol penanganan perlu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran.

Dikarantinanya tujuh petugas medis puskesmas dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi dikonfirmasi, Selasa, 7 April 2020. “Iya, ada tujuh orang kita karantina karena sudah kontak langsung dengan pasien positif dari Pengempel Indah,” jawabnya.

Di antaranya satu dokter, lima perawat dan satu kepala puskesmas. Usman menegaskan, keputusan mengkarantina tujuh tim medis itu, setelah mendapatkan laporan dari kepala puskesmas. Mereka diminta mengkarantina diri secara mandiri. “Karantina mandiri di rumah masing – masing,” ucapnya.

Selama 14 hari menjalani karantina petugas medis tidak boleh keluar rumah. Protokol penanganan sama seperti masyarakat pada umumnya. Terkait petugas medis enggan mengisolasi diri akan diambil tindakan tegas.

Tim Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 akan menjemput dan mengisolasi paksa di Wisma Nusantara. “Kalau tetap keluar rumah kita akan jemput dan isolasi di Wisma Nusantara,” tegasnya.

Selain petugas medis sebut Usman, 140 masyarakat juga tengah menjalani isolasi mandiri. Dan, 15 warga diisolasi di Wisma Nusantara. Kelima belas warga itu sebagai memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemik. Sebagian lagi memiliki rumah terlalu kecil, sehingga dinilai perlu mendapatkan tempat nyaman agar tidak menular ke keluarganya.

Pemerintah menyiapkan fasilitas dan makanan secara gratis di Wisma Nusantara. Pihaknya mengharapkan mata rantai penyebaran virus Corona ini terputus.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menambahkan, masyarakat kategori orang dalam pemantauan (ODP) diberikan dua pilihan. Pertama, mengisolasi diri secara mandiri di rumah masing – masing. Kedua, menjalani isolasi di fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah.

Pasien ODP yang membandel tetap keluar rumah akan dijemput agar tidak meresahkan masyarakat. “Yang bandel – bandel ini kita isolasi paksa saja. Kita bawa ke Wisma Nusantara,” tegas Walikota.

Petugas medis yang menangani pasien Covid – 19 telah disiapkan tempat tinggal khusus. Fasilitas berupa tempat tidur, makanan serta cuci pakaian gratis disiapkan pemerintah. Pemkot menginginkan petugas medis lebih cepat istirahat dan menghindari stigma masyarakat. Diketahui, tenaga medis rawan terinfeksi karena bersentuhan langsung dengan pasien. (cem)