Setelah Kabur, WNA PDP Diisolasi Ekstra di RSUD Kota Mataram

0
Suasana luar RSUD Kota Mataram, tempat PDP WNA inisiap PPB dirawat.  (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – WNA asal Bulgaria yang sempat kabur beberapa waktu lalu, hingga Senin, 6 April 2020 kemarin dimasukkan ke dalam ruang isolasi RSUD Kota Mataram. Pasien inisial PPB (40) diawasi khusus oleh petugas medis dan tim gugus tugas Covid – 19.

Menurut Kabid Pelayanan RSUD Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, Mars, pasien WNA tersebut ditempatkan di ruang isolasi yang diawasi khusus.

“Ada petugas medis yang terus mengawasi dan memberikan penanganan medis. Kita juga sudah lengkapi dengan CCTV, ada petugas keamanan juga yang standby,” kata Emirald ditemui Senin, 6 April 2020 usai menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari perusahaan properti.

Soal pengawasan ekstra  itu memang jadi kebijakan tim gugus tugas covid – 19, karena yang bersangkutan punya riwayat kabur dari rumah sakit sebelumnya dengan status PDP. Namun dalam hal penanganan, pihaknya fokus pada sisi medis untuk mengupayakan kesembuhan pasien. Penanganan sesuai dengan SOP Covid – 19, sebagaimana diterapkan pada PDP lainnya.

PPB juga sudah diambil sampel swab dan dikirim ke Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Pengambilan sampel swab berlangsung Minggu, 5 April 2020 atau beberapa jam setelah diamankan.

PPB sebelumnya WNA asal Bulgaria kabur dari sebuah rumah sakit di Mataram. WNA yang tinggal di Senggigi, Batulayar, Lombok Barat ini Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona baru Covid-19. Hampir tiga hari menghilang, WNA ini akhirnya dibawa lagi ke rumah sakit.

PPB diduga kabur meninggalkan RS Swasta di Selagalas, Cakranegara, Mataram pada Kamis dini hari pekan lalu dibawa rekannya, Ani (27) menggunakan mobil malam hari.

“Tadi malam (Minggu dini hari) sudah ketemu di Senggigi. Sudah dibawa ke RSUD Kota Mataram. Penjemputannya petugas memakai APD,” ungkap Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satriyo Wibowo menjawab Suara NTB, Minggu, 5 April 2020.

Pencairan WNA yang sudah satu bulan di Lombok ini dimulai pada Sabtu, 4 April 2020 sekitar pukul 19.00 Wita. Didapati keterangan bahwa PPB sebenarnya tidak kabur, melainkan kecewa pelayanan rumah sakit. “Rekannya ini menolak memberi informasi keberadaan WNA tersebut,” kata Bagus.

Pencarian manual pun dimulai. Setiap villa di kawasan Senggigi dicek. Pencarian baru membuahkan hasil sekitar pukul 22.00 Wita. PPB diketahui tinggal di Villa Duduk di Batulayar, Lombok Barat. Pemilik villa, Jhon WNA asal Amerika Serikat pun dipanggil. Informasi dari Jhon menguatkan informasi bahwa PPB memang menyewa villanya selama sebulan terakhir. Setelah pasti keberadaannya, pihak medis dari Satgas Covid-19 datang menjemput.

“WNA tersebut hanya mau dibawa ke RSUD Kota Mataram. Dia tidak mau dibawa ke rumah sakit sebelumnya karena sudah terlanjur kecewa,” jelas Bagus. Dari pantauan saat penjemputan, PPB tidak menunjukkan gejala menderita Covid-19 secara fisik. Seperti demam, batuk, atau sesak nafas. Namun penjemputannya tetap menggunakan prosedur penanganan Covid-19. “Tapi tetap kita imbau masyarakat untuk yang tidak menggunakan APD agar menjauh dari lokasi,” ujarnya. (ars)

Tiitle Ads