Balita di Kediri Alami Gizi Buruk

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus gizi buruk kembali ditemukan di wilayah Kediri, Lombok Barat (Lobar). Balita bernama Muhammad Wahyu Aliansyah (2,4) asal Dusun Karang Kuripan Barat, Desa Kediri Kecamatan  Kediri mengalami gizi buruk sejak 3 bulan lalu. Kondisi balita itu kini cukup memprihatinkan. Dipicu kondisi ekonomi keluarganya, mengakibatkan bocah yang saat ini dalam perawatan Puskesmas Kediri ini mengalami gizi buruk maramus dan mengidap penyakit komplikasi serta gangguan pencernaan.

Yudi Firmansyah, ayah dari Wahyu mengatakan, ia membawa lagi anaknya ke puskesmas setempat karena divonis  mengalami penyakit komplikasi mulai dari disentri, gangguan saluran pernafasan, hingga demam tinggi. Sebelumnya, balita itu pernah dibawa ke rumah sakit Tripat namun dipulangkan dengan alasan kondisi membaik.

“Setelah pulang dari rumah sakit Tripat, usai menjalani pengobatan sejak tiga minggu yang lalu, anak kami menjalani rawat jalan. Tapi tidak ada tanda-tanda kesembuhan, malah kondisinya semakin parah,” tutur dia. Saat ini anaknya memiliki berat badan 5 kilogram.

Kini pihak keluarga hanya bisa pasrah karena keterbatasan biaya, belum lagi maraknya wabah virus corona ini membuat segala macam kebutuhan pangan menjadi semakin mahal. Akibatnya ekonomi keluarga wahyu menjadi semakin terpuruk. Ayah Wahyu sendiri bekerja di salah satu perusahaan ekspedisi. Ia hanya mendapatkan gaji tidak besar, namun saat ini terancam dirumahkan sebagai dampak Corona.

Ia mengaku, anaknya mulai mengalami sakit sejak usia satu tahun lalu sehingga menyebabkan gizi buruk. Anaknya mengalami bermacam penyakit. Sehingga membuatnya sering keluar masuk Puskesmas. Keluarga sangat menaruh harapan besar kepada pemerintah setempat untuk memberikan bantuan kepada Wahyu. Pasalnya hingga kini keluarga Wahyu mengaku tidak pernah diberikan bantuan oleh pemerintah setempat, untuk mencukupi kebutuhan gizi anak dengan gejala gizi buruk tersebut.

Dari hasil observasi lanjutan, pihak Puskesmas membenarkan bahwa Wahyu menderita pentakit gizi buruk. Tak hanya itu, ternyata Wahyu juga mendertia komplikasi yang tentunya semakin memperparah keadaannya. Pihak puskesmas meminta agar Wahyu segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif, namun lagi-lagi alasan keterbatasan biaya, sehingga kedua orang tua Wahyu menolak untuk merujuk anaknya.

“Memang awalnya anak ini mengalami gizi buruk, itu disebabkan banyak penyakit penyerta,”jelas Kepala Puskesmas Kediri, H. Sahruji, SE, S.Km. MM. Balita ini merupakan pasien lama ditangani Puskesmas, karena sering kali bolak balik berobat ke Puskesmas. Bahkan bulan lalu saja sudah empat kali masuk Puskesmas dengan penyakit penyerta yang berbeda-beda.

Dikatakan, Balita ini pernah dirujuk ke rumah sakit Tripat karena mengalami sakit komplikasi. Balita ini mengalami mencret dan panas tinggi. Padahal anak ini sendiri kuat makan. Rencananya balita ini akan dirujuk, namun kondisi orang tua trauma akibat sering bolak-balik berobat. (her)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...