Siswa ‘’Suspect’’ Virus Corona Boleh Ikut UN Susulan

0
Ilustrasi virus corona. (Sumber Foto: Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyampaikan surat edaran terkait penyikapan sekolah terhadap virus Corona (Covid-19). Sekolah diminta memperhatikan kebersihan dan beberapa hal menjelang dan saat pelaksanaan UN. Bagi siswa yang dinyatakan suspect virus Corona dibolehkan ikut UN susulan.

Sekretaris II Panitia UN Provinsi NTB, Purni Susanto, S.Pd, M.Ed., Kamis, 12 Maret 2020 mengatakan, sesuai surat edaran BSNP nomor 0113/SDAR/BSNP/III/2020 tanggal 12 Maret 2020,  sekolah perlu memperhatikan sejumlah hal. Siswa diminta tidak memaksakan hadir di sekolah bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. “Khusus peserta ujian agar tidak memaksakan mengikuti ujian dan dapat mengikuti ujian pada waktu yang lain yang akan ditetapkan pusat asesmen dan pembelajaran,” ujarnya.

Selain itu, sekolah diminta menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, dan sebagaiya satu sama lain sebelum, selama, dan sesudah ujian. “Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer/disinfectan/anti septic sebelum dan sesudah ujian,” kata Purni yang juga Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.

Sekolah juga diminta memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian. Juga membersihkan ruang ujian sebelum dan sesudah digunakan untuk setiap sesi UN. Pembersihan dilakukan menggunakan disinfektan untuk seluruh piranti yang digunakan oleh peserta UN, seperti pegangan pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), mouse, kursi, meja, dan alat tulis.

Di samping itu, sekolah juga perlu memastikan pengisian daftar hadir UN terhindar dari potensi paparan Covid-19 antarpeserta UN, antara lain menghindari penggunaan alat tulis yang dipakai bersama. Juga siswa tidak saling meminjam alat tulis atau peralatan lainnya.

“Jika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi Covid-19 agar kepala sekolah segera meminta yang bersangkutan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika terdapat kasus dalam jumlah besar kepala sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat,” ujar Purni.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti mengatakan, surat edaran dari BSNP itu diterima positif oleh pihak sekolah sebagai langkah preventif pencegahan virus corona. “Semua pihak tentu saja sangat mengharapkan UN berjalan lancar,” katanya.

UNBK SMK akan dilaksanakan pada tanggal 16, 17, 18,  dan 19 Maret tahun 2020 dengan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Sementara untuk jenjang SMA sederajat akan dilaksanakan pada 30 dan 31 Maret, dan 1 dan 2 April 2020 dengan mengujikan mata pelajaran secara berturut-turut Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan yang diujikan. Sedangkan jenjang SMP sederajat dijadwalkan pada 20, 21, 22, dan 23 April 2020. (ron)