Dokter Jaga Malam Tidak Ada, Konsultasi Medis Puskesmas Lewat HP

Tanjung (Suara NTB) – Program pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama (puskesmas) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi sorotan. Hal ini lantaran dokter jaga malam, disebut-sebut jarang berada di tempat.

Pengalaman Minggu, 23 Februari 2020, Yayasan Endri’s Foundation (EF), kembali menjadi tumpuan warga. Warga yang mengidap keluhan saat berada di Puskesmas Tanjung, meminta Direktur Eksekutif EF, Tarpiin, melakukan rujukan ke RSUD. Alih-alih disetujui, pihak Puskesmas Tanjung masih harus menunggu persetujuan dari dokter jaga yang tidak berada di tempat pada saat dibutuhkan.

“Malam ini (Minggu malam) saya evakuasi pasien dari Puskesmas Tanjung, pasien teriak kesakitan, dan keluarga minta dirujuk ke RSUD, tapi tidak diizinkan karena hasil pemeriksaan dan konsul doker via telepon (menyatakan) tidak perlu dirujuk,” ujar Tarpiin.

Menurut dia, dalam kondisi saat ini pihaknya kurang percaya terhadap sistem pelayanan, termasuk konsultasi dokter via HP. Terlalu banyak catatan keluhan yang menyoroti kondisi pelayanan medis faskes di KLU. Sedangkan di sisi lain, pelayanan kesehatan – termasuk program Satu Dokter Satu Desa diklaim sukses.

“Sudah banyak spanduk yang dipasang yang menyebut soal dokter. Meski spanduk itu masih misterius, siapa yang buat dan pasang karena belum kita dengar klarifikasi dari pemerintah,” cetus Adam.

Selain di Puskesmas Tanjung, kondisi serupa juga terjadi di Puskesmas Gangga. Anggota DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, sebelumnya mendapat pengalaman satu pekan sebelumnya. Ia mengantarkan sanak keluarga ke Puskesmas Gangga. Alih-alih mendapat pelayanan sesuai SOP, konsultasi medis antara perawat jaga dengan dokter jaga dilakukan melalui handphone. “Saya antarkan keluarga ke puskesmas, di sana tidak ada dokter jaga malam,” sebutnya.

Tampak dalam gambar yang dibagikan, Sudirsah melakukan komunikasi dengan petugas jaga Puskesmas Gangga yang bertugas di bagian lobi. Dari petugas itu, ia mengetahui bahwa dokter jaga malam di Puskesmas Gangga tidak pernah berada di tempat.

“Saya tanya, tidak pernah ada dokter jaga malam. Kalau ada warga yang sakit parah, konsultasi cukup lewat HP,” ujarnya miris.

Mendapati informasi dari Tarpiin, Kepala Dikes KLU, dr. H. L. Bahrudin, pun bertindak. Ia langsung menghubungi pihak Puskesmas Tanjung.  “Saya kontak dokter jaganya. Jika boleh tahu, pasien atas nama siapa?,” tanyanya.

“Kalau memang pasien kesakitan sekali dan keluarga minta, silakan dirujuk, saya tanggung jawab,” respons cepat Bahrudin.

Idealnya menurut Bahrudin, dokter jaga seharusnya standby di puskesmas sampai besok pagi. Status jaga penting untuk menentukan kecepatan tindakan penanganan kepada pasien. “Saya sudah telepon koordinator dokter, katanya ada dr. Rosita yang jaga,” sebut Bahrudin lagi. “Dokter Rosita tidak ada di Puskesmas Pak Kadikes,” jawab Tarpiin. (ari)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...