Puluhan Butir Ekstasi dan 62,50 Gram Sabu Dimusnahkan

0
Proses pemusnahan BB sabu dan Pil ekstasi dengan cara diblender di Mapolres KSB, Kamis, 30 Januari 2020.(SuaraNTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat, memusnakan barang bukti berupa (BB) 55 butir pil ekstasi jenis inex dan sabu seberat 62,50 gram dari empat orang tersangka masing-masing berinisial JI (32), AZ (36), MBS (22) dan  FA (32).

BB yang dimusnahkan itu, merupakan hasil operasi dalam kurun waktu pertengahan bulan Desember hingga bulan Januari tahun 2020. Pemusnahan ini juga dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen Kepolisian untuk menekan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres setempat.

“Pemusnahan barang bukti ini kami lakukan sebagai bukti bahwa kami sangat komit dalam memberantas masalah narkoba di KSB sekaligus menekan peredarannya. Kami juga tetap memberikan atensi khusus terhadap masalah narkoba, bahkan jika masih ada anggota saya yang terlibat akan langsung saya pecat. Selain ke anggota, sasaran utama kami adalah ASN yang terlibat narkoba. Supaya tidak ada lagi kesan di masyarakat Polisi pandang bulu dalam memberantas masalah narkoba,” ungkap Kapolres AKBP Mustofa S.IK, MH kepada wartawan, Kamis, 30 Januari 2020.

Dikatakannya, persoalan narkoba ini merupakan masalah klasik yang terus muncul setiap tahunnya. Hanya saja trend kasus ini di tahun 2019 sudah mulai bergeser dari hanya ditemukan sabu kini sudah mulai beredar pil ekstasi. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, penemuan pil ekstasi tidak pernah dilakukan, tetapi mulai tahun 2019 barang itu (ekstasi) mulai muncul. Kemunculan pil ini juga menjadi acuan, bahwa kasus narkoba di KSB sudah semakin modern dan penyalahgunanya juga bervariasi. Bayangkan untuk mendapatkan satu butir pil ekstasi saja, maka pembeli dipaksa merogoh kocek dari harga Rp400-750 ribu sementara untuk sabu hanya dihargai Rp200 ribu per gramnya. Untuk itu, pihaknya akan terus memberikan atensi khusus terkait penyalahgunaan narkoba di masyarakat demi menciptakan generasi emas KSB. Karena jika tidak diminimalisir peredaran barang haram tersebut maka akan memberikan dampak yang tidak bagi bagi masyarakat. Apalagi berdasarkan hasil laporan BNNK, bahwa penyalahguna narkoba yang terbesar di KSB merupakan usia produktif. “kasus narkoba di KSB kita anggap sudah semakin berbahaya, karena tidak hanya sabu yang kita temukan melainkan ada juga pil ekstasi. Kami juga tetap akan intens turun melakukan patroli dari razia terutama di pintu masuk (pelabuhan Poto Tano),” pungkasnya. (ils)