18.539 Ha Lahan Dompu Terdampak Kekeringan

0
Sahrul Ramadhan.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Curah hujan yang terbatas di wilayah Kabupaten Dompu berdampak pada tanaman pertanian warga. Sekitar 14.510 ha tanaman jagung dan 4.029 ha untuk tanaman padi terkena dampak kekeringan kategori ringan dan sedang.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Sahrul Ramadhan, SP kepada Suara NTB didampingi Kasi Perbenihan dan Perlintasan tanaman pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, Arif, SP, Kamis, 30 Januari 2020 mengungkapkan, kekeringan untuk komoditi jagung dengan kriteria ringan sekitar 12.948 ha dna sedang sekitar 1.562 ha. Untuk komoditi padi yang terkena dampak 3.144 ha kategori ringan, sedang 819 ha, dan kategori berat 66 ha.

“Kekeringan akibat intensitas hujan yang tidak merata ini cukup luas dampaknya bagi petani. Kalau serangan ulat grayak, itu tidak terlalu berdampak pada petani karena masih bisa ditangani dengan obat oleh petani. Karena rata – rata jagung petani ini mengandalkan hujan untuk irigasinya. Kalau tanaman padi, mereka masih bisa dibantu dengan sumur pompa dangkal,” ungkap Sahrul.

Sementara untuk serangan hama ulat grayak di Kabupaten Dompu mencapai 3.086 ha dengan kategori ringan seluas 2.975 ha, sedang 82 ha, dan kategori 29 ha. Serangan hama ulat grayak ini hanya pada tanaman jagung. Namun pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan melakukan upaya pendendalian seluas 253 ha, serta swadaya masyarakat seluas 2.833 ha.

Sahrul mengaku, sejak awal pihaknya sudah mengedukasi petani untuk menjaminkan tanaman pertanian pada asuransi Jasindo. Ketika ada serangan hama, maupun dampak kekeringan seperti saat ini bisa diklaim ke pihak asuransi. “Lumayan untuk bantu petani mengganti komoditi tanamannya,” ungkapnya.

Baik Sahrul maupun Arif mengaku belum memastikan luas tanaman pertanian yang diganti komoditi tanamannya. Namun ia berharap, hujan kembali normal sehingga tanaman jagung bisa dipupuk atau bisa diganti komoditinya. “Semoga hujan kembali normal dalam satu dua hari,” katanya. (ula)