’’Home Stay’’ Ilegal Suranadi Diduga Jadi Tempat Prostitusi

0
Baiq Yeni S. Ekawati (kiri), I Nyoman Adwisana (kanan). (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Maraknya penginapan berupa home stay terindikasi ilegal di Desa Suranadi Kecamatan Narmada menjadi atensi. Keberadaannya tidak saja menganggu warga sekitar namun juga terindikasi sebagai tempat praktik prostitusi terselubung. Wanita penghibur diduga datang dari luar daerah. Bahkan keberadaan mereka bukan lagi rahasia umum.

Kades Suranadi Kecamatan Narmada, I Nyoman Adwisana yang dikonfirmasi tak menampik adanya praktik semacam itu. Menurutnya informasi merebak di masyarakat, praktik terlarang seperti adanya wanita penghibur di sana. Hal ini harus ditangani serius. Jangan sampai mencoreng nama daerah. Sebab bagaimanapun desanya mendapatkan juara tingkat nasional.

Penanganan home stay ilegal ini sudah dilakukan berbagai langkah. Beberapa kali dilakukan pertemuan dan imbauan serta sosialisasi kepada pemilik home stay. Beberapa kali diadakan pertemuan di desa hingga Pemda. Ia menyebut jumlah penginapan sejenis home stay di desannya mencapai 25 unit. Ditanya terkait berapa yang legal dan ilegal, pihaknya mengaku tidak tahu. Ia berdalih sejak tahun 2015, pihaknya tak mengeluarkan rekomendasi.

Camat Narmada, Baiq Yeni S. Ekawati mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah penanganan home stay ilegal di Suranadi. Pihaknya sudah melakukan berbagai macam cara, mulai dari pendekatan dengan mengadakan pertemuan, sosalisasi dan imbauan sejak September 2019 lalu. Bahkan pihaknya menggelar rapat dipimpin oleh asisten I dihadiri oleh Satpol PP, Kesbang, Perindag dan Perizinan.

Sebab persoalan ini menjadi atensinya di kecamatan dan Pemda, namun tinggal gol (bolanya) adanya di Satpol PP selaku pengamanan Perda. Pihaknya siap membantu dalam penanganan atau penertiban penginapan ilegal ini. “Sudah kami tangani, tinggal bolanya di Satpol PP, lebih gencar lagi,”tegas dia.

Pihaknya juga sering mengingatkan instansi terkait agar gencar, kalau memang tidak ada izin harus ditutup. Begitu pula hiburan karaoke tidak dibolehkan di sana, sehingga harus ditutup. Ia mengajak agar semua lebih greget melakukan penanganan. (her)