Gandeng Saber Pungli

0
M. Zaini (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) di tahun 2020 ini menggandeng saber pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan parkir di daerah ini. Langkah ini untuk menegakkan peraturan daerah terkait retribusi parkir yang selama ini dilanggar oleh pengelola parkir itu sendiri.

Menurut Kepala Dishub Lotim, Drs. M. Zaini, terdapat beberapa jenis parkir, di antaranya parkir tepi jalan maupun parkir yang dikelola perusahaan dan Bapenda. Sementara yang dikelola oleh Dishub yakni untuk parkir tepi jalan. Berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2010 tentang retribusi jasa umum dan Perda Nomor 12 Tahun 2010 tentang retribusi golongan jasa umum bahwa untuk sepeda motor atau roda dua, biaya untuk sekali parkir sebesar Rp1.000.

Sedangkan untuk roda empat untuk sekali parkir sebesar Rp2.000. Sementara fakta di lapangan masih banyak juru-juru parkir yang memungut di luar ketentuan Perda yang sudah ditetapkan tersebut.”Di luar dari itu masuk dalam katagori pungli,” tegasnya, Jumat, 10 Januari 2020.

Untuk itu, di tahun 2020 penarikan retribusi parkir harus mengikuti aturan berkoordinasi dengan saber pungli yang sudah dikerjasamakan sejak tahun 2019 yang di dalamnya terdapat aparat kepolisian dan Inspektorat. “Kita juga akan menggunakan karcis atau atribut parkir. Jadi tidak sembarangan lagi,” kata mantan Kadispora Lotim ini.

Ditambahkannya, evaluasi ini terus dilakukan secara perlahan. Persoalannya karena dalam pengelolaan parkir melibatkan banyak pihak yang berkepentingan, sehingga membutuhkan pembenahan secara perlahan. Sementara fakta di lapangan, juru parkir masih banyak ditemukan menarik retribusi parkir sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat.  “Pembenahan pengelolaan parkir ini memang tidak bisa instan. Harus kita benahi secara perlahan,” ujarnya. (yon)