Peredaran Merkuri, Kapolres Pastikan KSB Masih Sebatas Konsumen

Taliwang (Suara NTB) – Kapolres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), AKBP Mustofa, MH memastikan peredaran merkuri dan bahan kimia lainnya selama ini masih dalam batasan rutinitas pemakaian saja oleh para pelaku PETI (penambangan emas tanpa izin) di daerah.

“Artinya masyarakat kita di sini masih sebatas konsumen saja. Tidak lebih dari itu,” katanya kepada wartawan, baru-baru ini.

Ada beberapa indikasi yang dijadikan alasan oleh Kapolres untuk menguatkan pernyataannya tersebut. Dia mengungkapkan, selama ini pihaknya belum pernah menemukan adanya oknum masyarakat tertangkap melalukan penjualan dalam jumlah besar cairan kimia yang biasa digunakan untuk memilah batuan dengan emas hasil PETI itu.

Dalam beberapa kasus penangkapan yang dilakukan oleh Polres KSB. Jumlah barang buktinya sedikit dan dari keterangan para tersangka merkuri diperoleh dari luar daerah. “Tidak ada misalnya mereka beli di KSB langsung yang artinya ada diatributornya menimbun barang dalam jumlah banyak. Tapi pasti dari Lombok dan itu jumlahnya paling beberapa kaleng (kilo),” papar Kapolres.

Berikutnya modus operandi para pelaku PETI untuk mendapatkan merkuri dan bahan kimia lainnya untuk racikan penangkap emas. Selama ini ungkap Kapolres, ada dua cara pembelian yang biasa dipraktikkan. Pertama para pelaku peti secara sendiri-sendiri ke luar daerah (Lombok) melakukan pembelian dan kedua berkelompok dengan meyuruh salah satu dari anggota kelompoknya membeli dan membawa masuk ke wilayah KSB. “Kalau yang ketangkap bawa beberapa kilo itu mereka ngakunya tidak pakai sendiri. Tapi ada temannya titip beli. Sampai di KSB baru dibagi-bagi,” ungkapnya.

Meski selama ini masih sebatas konsumen, Kapolres menegaskan, pihaknya berkomutmen akan tetap menutup seluruh jalan masuk peredaran merkuri dan sejenisnya di kalangan pelaku PETI di daerah. Ia pun berharap masyarakat turut membantu pihaknya dengan cara melaporkan jika di lingkungannya ada aktivitas penjualan barang-barang tersebut secara ilegal.

“Kami tidak ada toleransi dengan peredaran merkuri dan teman-temannya secara ilegal di daerah kita ini. Sebab pemakian yang tidak terkontrol pada aktivitas PETI selama ini mengancam kelestarian lingkungan,” tandasnya. (bug)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform...

0
Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menginisiasi kerja sama Layanan Digital...

Latest Posts

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform AYO SRC

Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem...

80 Mahasiswa Pertukaran Dalam Negeri Belajar di Unisma

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang menyambut sebanyak 80 mahasiswa...

Bulog Gelontorkan 650 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Jakarta (suarantb.com)–Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya...

Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Jakarta (suarantb.com)– Aplikasi Super Apps Digital Banking BRImo milik...

Bupati Dompu Minta Pelaksanaan MTQ Dievaluasi

Dompu (Suara NTB) - Bupati Dompu, H. Kader Jaelani...