2020, Sukiman Targetkan Tak Ada Masyarakat Lombok Selatan Krisis Air Bersih

M. Sukiman Azmy

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M.Sukiman Azmy.,MM., menargetkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan dapat terpenuhi pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan pada tahun 2020, masyarakat di Kabupaten Lotim bagian selatan ini tidak ada lagi yang mengalami krisis air bersih.

Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan sesuatu yang sangat penting dan krusial. Untuk itu pemberian solusi permanen terhadap penanganan air bersih ini harus secepatnya dilakukan agar tidak ada lagi terdengar masyarakat kekurangan air bersih. Apalagi air bersih itu dibeli oleh masyarakat. “Kita targetkan tahun 2020 tidak ada lagi masyarakat kita, terutama di wilayah selatan yang membeli air bersih,” ujarnya, Senin,  7 Januari 2019.

Iklan

Disebutkan bupati, pada musim kemarau akhir tahun 2018 lalu Pemkab Lotim mendistribusikan sebanyak 250 tangki air bersih satu hari untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan menghindari masyarakat mengeluarkan uang. Dalam pendistribusian 250 tangki air bersih, Pemkab Lotim menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,1 miliar. Nilai ini cukup fantastis, namun pada tahun-tahun berikutnya masyarakat tetap mengalami krisis air berish. “Jadi ke depan kita hindari droping air bersih menggunakan tangki. Itu anggarannya cukup besar. Jadi kita butuhkan langkah permanen,” ujar bupati.

Langkah permanen yang dimaksud bupati, yakni memanfaatkan potensi-potensi alam khususnya sumber mata air yang ada di daerah. Pasalnya, Kabupaten Lotim merupakan daerah yang kaya akan sumber mata air, hanya saja belum dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Seperti mata air di Tete Batu, Jeruk Manis, Mencerit, Tereng Wilis dan sumber-sumber mata air lainnya. Apabila sejumlah mata air itu digabung, maka kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi sepanjang tahun. “Jangan sampai di utara banyak mata air, akan tetapi di selatan banyak air mata,” terangnya. (yon)