2020, Pertumbuhan Ekonomi KLU Minus 7 Persen

Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu membuka rapat Forum Perangkat Daerah, Rabu, 3 Maret 2021. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2020 lalu sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Rilis terbaru BPS Lombok Utara mencatat, ekonomi KLU  tumbuh negatif sebesar (minus) 7,4 persen.

Hal itu dikatakan Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, S.H., dalam pidatonya membuka rapat Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tahu 2022. Djohan menyatakan, di awal periode kepemimpinannya, pembangunan KLU masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Belum tuntas upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi dan, pemerintah daerah dihadapkan lagi pada bencana pandemi Covid-19 yang mempengaruhi semua sektor.

Iklan

 “Ekonomi Lombok Utara Tahun 2020 lalu tumbuh negatif atau minus 7,4 %, di mana yang terdampak sangat berat adalah sektor akomodasi dan makan minum atau aktivitas pariwisata yang terdampak sampai mengalami penurunan pertumbuhan sebesar (minus) 48 persen,” ujar Djohan.

Dampak kesehatan dan dampak ekonomi ini, menurut dia, harus dapat ditangani secara simultan untuk meminimalisir dampaknya terhadap angka kemiskinan di daerah. Pasalnya, rilis BPS September 2020 mencatat, terdapat peningkatan angka kemiskinan penduduk miskin di wilayah Provinsi NTB sekitar 30 ribu orang lebih. Sementata potret kemiskinan kabupaten/kota akan tergambar pada perhitungan BPS periode Maret 2021 mendatang.

“Sesuai dengan kondisi penurunan APBD Lombok Utara tahun 2020 dan 2021, maka saya harap dalam penyusunan program dan kegiatan yang benar-benar menyentuh masyarakat. Saya minta ini menjadi perhatian untuk semua pihak yang terlibat dalam proses perencanaan tahun 2022 mendatang,” paparnya.

Menurut bupati, penguatan pertumbuhan ekonomi KLU di tahun 2022 dapat ditopang dengan meningkatkan pertumbuhan sektor utama yakni pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, konstruksi dan perdagangan besar dan eceran. Pertumbuhan per sektor tersebut, didukung oleh sektor-sektor lainnya termasuk penyediaan akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih.

Percepatan pertumbuhan sektor pertanian diharapkan merupakan hasil dari upaya-upaya peningkatan produktivitas sektor ini pada berbagai sub sektor baik tanaman bahan makanan, perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, termasuk juga hasil perikanan budidaya dan kehutanan (hasil hutan bukan kayu/madu).

Bupati menekankan 4 hal yang harus menjadi atensi semua pihak dalam jangka pendek. Antara lain, penyelesaian RTG warga, sinergi elemen masyarakat dan unsur OPD dalam penyelesaian RTG tersebut. Ia juga meminta untuk menghidupkan kembali objek wisata menjadi sumber PAD, serta mendorong tumbuhnya sektor pertanian dalam arti luas. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional