2020, Fase Puncak DBD di Dompu Lebih Panjang

Rahmat. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dompu, terus bertambah. Terakhir pada Mei 2020, yang mana ditemukan 16 orang warga terjangkit. Jumlah tersebut menambah rekapan kasus sepanjang tahun ini menjadi 123 orang. Kendati grafiknya cenderung menurun jika dibanding 2019, namun fase puncaknya justru lebih panjang tahun ini.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu, Rahmat, Skm., kepada Suara NTB di kantornya, Selasa, 9 Juni 2020 menyampaikan, pasien terjangkit demam berdarah di wilayah ini masih ditemukan, terbaru 16 orang pada Mei kemarin.

Dari belasan kasus tersebut sebagian besar diantaranya berasal dari Kecamatan Woja dan Dompu. “Ini pengaruh cuaca, kita kan terkadang ada hujan kemudian panas. Sebarannya masih sekitar Kecamatan Dompu dan Woja,” ungkapnya.

Dengan tambahan 16 kasus pada Mei kemarin, maka total warga yang sudah tertular DBD sepanjang tahun ini ada 123 orang. Untuk Januari 2 kasus, Februari  17 kasus, Maret 41 kasus, April 47 kasus dan Mei 16 kasus.

Jika dibanding 2019, lanjut Rahmat, grafiknya memang mengalami penurunan. Karena selain ditemukan tiga orang korban meninggal dunia, jumlah kasus lebih tinggi tahun lalu. Hanya saja, fase puncaknya sekarang cukup panjang. “Kalau 2019 puncak kasusnya Februari-Maret, tapi sekarang Maret-April. Karena memang musimnya ini tidak teratur,” ujarnya.

Kendati tetap ditemukan pasien terjangkit penyakit yang menular lewat gigitan nyamuk Aides Aygepti tersebut, beruntung tidak ada korban jiwa tahun ini. Sebagian besar dari mereka berhasil disembuhkan.

Terkait upaya penanggulanggannya sendiri, Dikes melalui jajaran puskesmas di delapan kecamatan terus menguatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, pun sangat terbantu oleh program bersih lingkungan untuk penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu. “DBD inikan akibat vektor aides yang hidup di lingkungan. Kalau lingkungan kita kotor, nyamuk apapun, binatang apapun yang menjadi sumber penularan penyakit bisa saja muncul. Makanya prilaku hidup bersih haru tetap dikedepankan oleh masyarakat,” pungkasnya. (jun)