Lima Proyek Besar di NTB Ditawarkan ke Investor

0
L. Gita Ariadi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB berupaya menggaet investor dari seluruh dunia pada acara seminar perdagangan dan investasi dunia yang digelar di China. Lima proyek besar di NTB akan ditawarkan kepada investor pada acara tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si menjadi salah satu delegasi yang ikut dalam seminar perdagangan dan investasi dunia di China. Saat dikonfirmasi, ia sedang dalam perjalanan menuju Hunan, China.

‘’Saya menuju Hunan China mengikuti seminar perdagangan dan investasi dunia. Banyak  potensi dan peluang investasi di NTB yang bisa kita tawarkan,’’ kata Gita dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 26 September 2019 siang.

Ia menyebutkan, beberapa proyek besar yang akan ditawarkan kepada investor dunia. Antara lain peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Global Hub Kayangan, Samota, Kawasan Industri Sumbawa Barat dan kawasan Sape – Komodo – Sangiang (Sakosa) di Bima.

Selain itu, Gita juga mengatakan akan menawarkan peluang dan potensi investasi di sektor komoditas unggulan daerah. ‘’Itu akan saya presentasikan. Acaranya selama empat hari di China,’’ terangnya.

Pengembangan KEK Mandalika menjadi salah satu destinasi super prioritas di Indonesia. Pemerintah sedang giat-giatnya membangun infrastruktur dasar, baik bandara, pelabuhan maupun akses jalan menuju KEK Mandalika.

Apalagi, pada 2021 mendatang, Mandalika menjadi tuan rumah pelaksanaan balap MotoGP. Sejak beberapa tahun terakhir, sudah mulai dibangun sejumlah hotel berbintang di kawasan tersebut.

Kemudian untuk Global Hub Kayangan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan  investor asal Korea, Sungdong Industry Holding akan merelokasi industri galangan kapal ke Global Hub Kayangan.

Mereka berencana akan berinvestasi sebesar 1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp14 triliun. Investor tersebut akan membangun kota baru dan industri galangan kapal di Bandar Kayangan pada lahan seluas 1.000 hektare.

Kemudian untuk kawasan industri Sumbawa Barat, PT. AMNT akan membangun pabrik smelter. Rencananya, AMNT akan memulai pembangunan pabrik pemurnian emas dan tembaga tersebut pada awal 2020 mendatang.

Kehadiran pabrik smelter, akan mendorong industri turunan lainnya seperti pabrik pupuk, semen, kabel dan lainnya. Sedangkan untuk kawasan Samota dan Sakosa cukup potensial untuk pengembangan pariwisata dan  industri perikanan tangkap. (nas)