2019 RSUD Dompu juga Rencanakan Operasional CT Scan

Dompu (Suara NTB) – Upaya rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Dompu meningkatkan layanan bagi pasien di RS secara bertahap akan terus dipenuhi. Selain Hemodialisa, tahun 2019 juga merencanakan beroperasinya layanan CT Scan. Untuk mendukung itu, RSUD Dompu akan mengupayakan pemulangan dokter radiologi yang sedang menyelesaikan studi spesialisnya di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Direktur RSUD Dompu, dr. H. Syafruddin kepada Suara NTB di ruang kerjanya beberapa waktu lalu mengungkapkan, rencana pihaknya kedepan untuk menghadirkan CT Scan di RSUD Dompu dalam rangka meningkatkan layanan pada pasien. Rencana menghadirkan CT Scan di RSUD Dompu seiring dengan dukungan peralatan radiologi yang ada. “Peralatan radiologi kita sudah di atas standar dan bisa difungsikan untuk CT Scan,” ungkapnya.

Iklan

Selain alat radiologi yang bisa melakukan CT Scan, kata dr. H. Syafruddin, dokter umum dari RSUD Dompu yang mengikuti program spesialis radiologi juga akan mengakhiri studinya tahun 2019. Kendati dibiayai dari program beasiswa Kementerian Kesehatan, pihaknya sangat berharap dokter tersebut bisa ditugaskan kembali ke Dompu. “Kalau dokternya sudah ada, praktik CT Scan akan kita buka,” terangnya.

Selain spesialis radiologi yang akan membaca hasil CT Scan, keberadaan spesialis syaraf akan mendukung keberadaan CT Scan. Spesialis syaraf direncanakan akan mulai praktik di RSUD Dompu dalam waktu dekat. “Dokter syarafnya ada. Jadi akan mendukung keberadaan CT Scan,” jelasnya.

Dengan adanya CT Scan di RSUD Dompu kedepan akan semakin memudahkan pembacaan penyakit yang diderita pasien oleh dokter. Sehingga keakuratan hasil dan penanganan semakin baik, sehingga pelayanan akan semakin maksimal. Hal ini sesuai komitmen RSUD Dompu sebagai pusat rujukan pasien di daerah dan mengurangi beban rakyat ketika harus dirujuk ke Mataram untuk berobat lanjut.

Direktur RSUD Dompu, dr. H. Syafruddin.

Komitmen RSUD Dompu untuk terus meningkatkan layanan kesehatan ini sesuai visinya ‘terwujudnya pelayanan kesehatan yang primad dan profesional’ yang dijabarkan dalam 5 misinya. Yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang berorientas pada mutu dan kesehatan pasien, meningkatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, memberikan perlindungan hukum dan keselamatan kerja terhadap karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang sehata, harmonis, aman dan sejahtera, serta menjadi pusat rujukan sarana kesehatan Kabupaten Dompu.

Sebagai langkah awal dan menjadi evaluasi diri, RSUD Dompu telah menstandarisasi diri dengan akreditasi dasar bintang dua dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 10 Januari 2018 lalu hingga 10 Desember 2020 dan dinilai Desember 2017 lalu. Dengan akreditasi ini, RSUD Dompu telah berstandar nasional. Bagi RS yang belum terakreditasi hingga 2019, maka tidak bisa bermitra dengan BPJS Kesehatan.

“Kita sudah terakreditasi dasar bintang dua,” kata dr. H. Syafruddin.

Peningkatan kualitas tenaga medis dan para medis juga dilakukan di RSUD Dompu untuk menjamin kualitas layanan bagi pasien. Mulai dari harus memiliki sertifikat Advenced Trauma Life Spot (ATLS) bagi dokter yang bertugas di IGD. Sertifikat ini diperoleh dari program pelatihan bagi tenaga medis dalam pengelolaan kasus trauma akut, yang dikembangkan oleh American College of Surgeons. Program serupa ada untuk penyedia layanan yang lebih rendah seperti paramedis.

Pemberian pelatihan ponek bagi dokter opjin (spesialis kandungan), spesialis anak, dokter umum, bidan, dan perat. Pelatihan ponek untuk memberikan pelayanan obstetri Neonatal Emergency Komprehensif dan manajemen laktasi. Begitu juga dengan mereka yang ditugaskan di ruang ICU. (ula/*)