Presiden Perintahkan Rumah Korban Gempa Dibangun

0

Mataram (Suara NTB) – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pembangunan rumah korban gempa di Pulau Lombok segera dilakukan. Masyarakat yang rumahnya rusak berat atau roboh akibat gempa tersebut akan diberikan uang tunai sebesar Rp50 juta.

Pembangunan rumah korban gempa yang ada di Lombok Timur dan Lombok Utara tersebut akan disupervisi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Presiden mengatakan rumah warga yang rusak berat atau roboh tersebut masih dalam proses verifikasi di desa dan kecamatan.

“Nanti akan dikeluarkan oleh Pak Gubernur mengenai jumlah total semuanya berapa.  Dan segera, maksimal besok pagi sesuai permintaan dari masyarakat agar diberikan uang saja. Agar segera bisa dibangun rumah-rumah ini kembali,” kata Jokowi usai meninjau rumah korban gempa di Desa Madayin Kecamatan Sambelia Lombok Timur (Lotim), Senin, 30 Juli 2018 pagi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi didampingi Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi beserta istri, Hj. Erica Zainul Majdi, Kepala BNPB, Willem Rampangilei, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan pejabat lainnya. Saat menyapa warga korban gempa, Presiden mengatakan sempat menanyakan berapa uang yang dibutuhkan untuk membangun rumah yang sudah hancur atau rusak berat.

Ada warga yang mengatakan mereka butuh sekitar Rp 45 juta. Namun ada juga yang mengatakan Rp 40 juta. Presiden kemudian memutuskan masyarakat yang rumahnya rusak berat akibat gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok, Sumbawa dan Bali, Minggu, 29 Juli 2018 lalu akan diberikan uang tunai sekitar Rp 50 juta.

“Segera akan ditindaklanjuti oleh Kepala BNPB disupervisi oleh Kementerian PU dan diawasi, dikawal oleh Pak Gubernur, Pak Bupati,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Untuk pembangunan rumah warga yang rusak, Presiden mengatakan akan dilakukan supervisi oleh Kementerian PUPR dan BNPB. Kemudian akan dibantu oleh aparat dari TNI. Ia memastikan semua pihak terkait bekerjasama untuk menangani dampak gempa tersebut.

Mengenai ratusan pendaki yang masih terjebak di Gunung Rinjani, Presiden Jokowi mengatakan Badan SAR Nasional (Basarnas) sudah mulai melakukan evakuasi. Bersama BNPB, TNI/Polri dan relawan. Ia berharap, para pendaki yang masih terjebak di Danau Segara Anak Gunung Rinjani dapat segera dievakuasi.

“Semoga nanti bisa segera selesai semuanya,” harapnya.

Orang nomor satu di Indonesia ini mengingatkan bahwa Indonesia termasuk NTB termasuk jalur cincin api (ring of fire). Masyarakat diharapkan sigap menghadapi bencana, baik gempa, banjir dan lainnya. Presiden juga menyampaikan duka yang mendalam kepada warga yang menjadi korban gempa tersebut, terutama yang meninggal dunia.

“Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan kunjungan tersebut tujuannya ingin memastikan penanganan tanggap bencana benar-benar berjalan baik dan cepat. Ia mengatakan Presiden berdialog dengan warga terdampak gempa. Sehingga akhirnya mengerucut keputusan yang rumahnya rusak berat akan dibantu dana perbaikan sebesar Rp 50 juta.

Selain bantuan perbaikan rumah, TGB  dan Presiden  membagikan paket sembako untuk warga dan buku-buku kepada anak-anak. Hal ini diharapkan bisa menguatkan moral dan mental anak-anak dalam menjalani musibah ini.

Sebelumnya, Gubernur juga memastikan, pemerintah daerah akan segera mendata semua kerugian yang dialami oleh warga. Pemerintah provinsi bersama dengan Pemkab Lombok Timur akan memperbaiki sarana-sarana umum  yang rusak.

“Termasuk juga rumah-rumah warga yang dapat musibah, insya Allah segera ditangani,” janjinya. (nas)