Korban Gempa Terjebak di Rinjani Berhasil Dievakuasi Pakai Heli

0

Mataram (Suara NTB) – Jenazah M Ainul Taksim (28) korban gempa Lombok sukses dievakuasi dari kawasan danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Lombok Timur. Jenazah pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu diangkut menggunakan helikopter. Tiga pendaki lainnya, pejabat dari LKPP RI juga sudah dievakuasi dengan skenario serupa.

Evakuasi yang dimulai pukul 11.03 Wita Selasa, 31 Juli 2018 berlangsung selama lebih kurang 30 menit. Helikopter didaratkan di Pelawangan Sembalun, pos terakhir jalur pendakian Sembalun tempat para pendaki menyiapkan perjalanan ke puncak.

Proses evakuasi tersebut dipimpin langsung Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani bersama pilot Surya Air, PT AMNT di bawah kendali BNPB RI. Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto mengomando dari Rumah Sakit Lapangan Kostrad di Lapangan Umum Sembalun, Lombok Timur.

Korban Taksim, meninggal dunia tertimpa longsoran batu dan tanah di jalur antara Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak saat gempa 6,4 SR mengguncang Lombok Minggu, 29 Juli 2018 lalu.

Satu jam sebelumnya, yakni pukul 09.40 Wita, tiga korban terjebak di Danau Segara Anak lainnya sudah berhasil dievakuasi lebih dulu. Mereka yakni Kepala Pusdiklat LKPP RI, Suharti (45), dan dua stafnya, Erlin Halimatussadiyah (26), dan Bagus Novandi (23). Mereka dalam keadaan sehat dan selamat.

Evakuasinya dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Yana dan Komandan Satbrimob Polda NTB, Kombes Pol Taufiq Hidayat.

Kemudian tiga orang lainnya, dua porter dan guide yang memandu pendakian para korban dievakuasi melalui jalur darat dan diperkirakan tiga Selasa, 31 Juli 2018 sore hari di posko bencana Sembalun, Lombok Timur. (why)