DP3A Dukung Sekolah Tanpa PR bagi Anak-anak

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram mendukung apabila sekolah-sekolah tidak memberikan PR (pekerjaan rumah) bagi anak-anak. Seperti halnya yang terjadi di Purwakarta belum lama ini. Ia berharap peraturan ini dapat diterapkan dan ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI.

“Saya sangat setuju kalau anak-anak kita ini tidak perlu diberikan PR. Jadi orang tua di rumah juga bisa lebih banyak memberikan pendidikan akhlak dan pendidikan karakter bagi anak,” kata Ketua DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany, Senin, 30 Juli 2018.

Ia mengatakan bahwa anak-anak harus diberikan ruang atau waktu bermain yang lebih banyak. Selain itu, perlu adanya waktu untuk interaksi antara orang tua dengan anak. Terutama pada saat pulang sekolah. Sebab sekolah tidak akan bisa secara maksimal memberikan pendidikan karakter atau pendidikan akhlak bagi anak didiknya.

“Tentu ini sangat penting, karena pendidikan karakter ini hanya dapat maksimal dilakukan oleh keluarga. Kalau sekolah kan waktunya tidak banyak. Orang tua juga harus lebih banyak komunikasi dengan anaknya, jangan kalau anak pulang sekolah malah disuruh les ke mana-mana,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Pendidikan RI Muhadjir Effendy  menyerukan agar sekolah-sekolah tidak memberikan PR bagi anak didiknya. Seperti halnya yang sudah diberlakukan di Purwakarta belum lama ini. Ia mendorong sekolah-sekolah di daerah menerapkan sistem serupa.

Ia menyebutkan bahwa PR akademis itu sangat menyita waktu anak-anak. Selain itu, anak-anak juga tersita waktunya untuk beristirahat. Sebab kadang mereka mengerjakan PR nya hingga larut malam.

“Jadi banyak hal yang bisa dilakukan termasuk interaksi dengan keluarga, menanamkan nilai moral, mereka bisa bermain dengan teman sebayanya dan bisa beristirahat lebih awal,” ujarnya. (lin)