Bupati HBY : Dua Kali Kunjungan Jokowi untuk Resmikan Hasil Kerja Bareng

0

Dompu (Suara NTB) – Gubernur NTB, KH M Zainul Majdi, MA menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Presiden Joko Widodo yang telah meresmikan bendungan Tanju. Satu bendungan dari dua bendungan Rababaka kompleks yang pada Pilkada 2008, dirinya ditantang untuk bisa menyelesaikan pembangunannya oleh warga Dompu.

“Presiden, dulu pada 2008 ketika Pemilukada. Ketua KNPI Dompu, Syamsuddin menyampaikan kepada saya. Tuan guru bajang (TGB), jangan bicara banyak – banyak di Dompu ini. Cukup bapak bisa selesaikan nggak Rababaka? Rababaka itu, Tanju dan Mila. Saya tidak bisa selesaikan, tapi alhamdulillah bapak Presiden melalui Menteri PU pada hari ini akan meresmikan satu dari dua bendungan Rababaka kompleks,” kata TGB saat memberikan sambutan singkat pada acara peresmian bendungan Tanju, Senin, 30 Juli 2018.

Bendungan Mila yang menjadi bagian dari Rababaka kompleks, lanjut TGH. M. Zainul Majdi, saat ini kemajuan pembangunannya sudah mencapai 80 persen. Sehingga dalam waktu dekat, keberadaan Rababaka kompleks sudah bisa dinikmati masyarakat untuk irigasi pertanian dan memberikan kesejahteraan bagi warga. “Terimakasih pak presiden, semoga ini akan membawa kebaikan untuk kita semua,” ungkapnya.

 

Di sela – sela acara peresmian, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas selesai dan diresmikannya bendungan Tanju oleh Presiden Joko Widodo. Dua kali sudah Presiden Jokowi mengunjungi Kabupaten Dompu dan kehadirannya semua untuk meresmikan hasil kerja bersama. “Ini kebanggan tersendiri bagi masyarakat Dompu. Dua kali sudah pak Jokowi datang ke Dompu dan semuanya meresmikan hasil kerja bareng. Pekerjaan (bendungan Tanju) ini selesai, diresmikan,” katanya.

Pada kunjungan pertama Presiden, lanjut H. Bambang M. Yasin, untuk melakukan panen raya jagung milik masyarakat yang menjadi bagian dari program unggulan pemerintah daerah. Dari lokasi panen raya jagung Dompu, presiden juga menentukan patokan harga untuk komoditi jagung Indonesia. “Buat kita di Dompu, dukungan – dukungan pemerintah pusat akan semakin besar untuk kita. Karena kita sudah tunjukan kinerja bahwa sekaligus menangani masalah – masalah Negeri dan Bangsa ini,” ungkapnya.

Keberadaan bendungan Tanju sendiri bagi H. Bambang, diibaratkan membalikkan telapak tangan. Karena daerah sekitar selama ini sebagai daerah yang kering kerontang dan mengandalkan air hujan untuk bercocok tanam. Sehingga pada musim kemarau, tanahnya banyak terbelah akibat tidak ada air dan tidak bisa ditanami komoditas pertanian. Kehadiran bendungan Tanju yang akan mengairi lahan hingga 2.250 ha di wilayah Kecamatan Manggelewa, ini menjadi keberkahan dan keuntungan bagi masyarakat.

Untuk daerah – daerah tertentu di Manggelewa sebelum berfungsinya bendungan Tanju, kata H. Bambang, pola tanamnya untuk komoditas jagung, kemudian kacang hijau. Setelah berfungsinya bendungan Tanju, komoditasnya padi di musim hujan, kemudian jagung dan jagung. Sehingga konsep 4 K (kontinuitas produksi, kwalitas produksi, kuantitas prodiksi, dan kreativitas masyarakat) untuk produk jagung bisa lebih maksimal dilaksanakan dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat.

 Bambang juga menegaskan, area genangan seluas 387 ha milik masyarakat dan kawasan hutan semuanya sudah dibebaskan pemerintah. Namun air bendungan masih kecil saat diresmikan karena bendungan yang sudah rampung dikerjakan sejak awal Februari 2018 baru ditutup beberapa waktu lalu. Area genangan Tanju dimanfaatkan warga menanam jagung sebelum rampungnya pengerjaan bendungan. “Kalau airnya ditutup bulan Februari, januari kemarin, airnya tidak (sedikiti) seperti ini,” katanya.

Bendungan Tanju ini tergolong bendungan yang paling efisien dalam pembangunannya. Dengan luas genangan 325,2 hektare, tinggi bendungan 25 meter dan menampung air hingga 17,86 juta meter kubik hanya dengan anggaran Rp124 miliar. Bendungan ini juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan kapasitas air baku 54 liter per detik untuk masyarakat Kecamatan Manggelewa dan mengurangi banjir hingga 155 meter kubik per detik di Kecamatan Woja Dompu. (ula/*)