1.454 Rumah Rusak dan 5.141 Warga Mengungsi Akibat Gempa di Lombok

0

Mataram (Suara NTB) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah rumah yang rusak akibat gempa bumi di Lombok sebanyak 1.454 unit. Selain itu, sebanyak 5.141 warga mengungsi akibat gempa tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Suara NTB, Senin, 30 Juli 2018 sore. Sutopo mengatakan gempa tersebut menyebabkan jumlah korban jiwa bertambah menjadi 16 orang. Masing-maisng di Lombok Timur sebanyak 11 orang, Lombok Utara 4 orang dan pendaki Rinjani satu orang.

Disebutkan, sebanyak 1.454 rumah yang rusak tersebar di lima kabupaten, yakni Kota Mataram 2 unit rusak berat, Lombok Barat 2 unit rusak berat, Lombok Utara 107 rumah rusak ringan dan Lombok Timur 1.345 rumah rusak. Dengan rincian, 994 rumah rusak berat dan 351 rumah rusak ringan.

Sementara untuk masyarakat yang mengungsi terdapat di dua kabupaten yang terkena gempa paling parah, yakni Lombok Timur sebanyak 2.663 jiwa yang mengungsi. Sedangkan di Lombok Utara sebanyak 2.478 jiwa. Selain itu, sebanyak 355 warga luka-luka, 22 fasilitas ibadah rusak dan satu jembatan juga rusak.

Sutopo menyebutkan 11 warga yang meninggal di Lotim. Yakni dari Kecamatan Sambelia, antara lain Papuk Bambang (60), Zahra (3), Adiatul Aini (27), Herniati (35), Firdaus (7), Mapatul Akherah (7), Baiq Bila wati (19), Herli (9) dan Fatmirani (27). Kemudian korban meninggal yang berasal dari Kecamatan Sembalun satu orang atas nama Inaq Marah (80). Dan satu orang warga Malaysia atas nama Siti Nur Lemawida ismail (30).

Sedangkan empat orang warga yang meninggal di Lombok Utara, antara lain Juniarto (8), Rusdi (34), Sandi (20) dan Natrinep (20). Selain itu satu orang pendaki Rinjani meninggal atas nama Muhammad Ainul Muksin. Ia meninggal akibat tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Sutopo mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah pusat, yakni Kepala BNPB dan jajarannya berada di lokasi untuk melakukan pendampingan kepada BPBD Provinsi dan kabupaten. Kemudian BNPB memberikan dana siap pakai sebesar Rp750 juta untuk BPBD Provinsi NTB, BPBD Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara masing-masing Rp 250 juta.

Selain itu, BNPB telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan seberat 15 ton. Terdiri dari 50 unit tenda pengungsi, 100 unit genset, 5.000 lembar matras, 1.500 family kit, 1.500 kidware dan 25.000 pcs makanan siap saji.

Sedangkan upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah, kata Sutopo, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana selama lima hari. terhitung sejak 29 Juli – 2 Agustus 2018.

Kemudian, BPBD NTB melakukan pendampingan kepada BPBD kabupaten/kota, kaji cepat jumlah korban dan kerusakan, memberikan bantuan logistik dan peralatan serta pengerahan mobil komunikasi ke lapangan. BPBD Lombok Utara mendirikan posko utama di Kecamatan Bayan dan pos pengungsi di tiga titik serta BPBD Lombok Timur mendirikan rumah sakit lapangan di tiga titik. (nas)