Kualitas Air di NTB Lebih Buruk dari Surabaya dan Jakarta

Mataram (Suara NTB) – Kualitas air di NTB dinilai lebih buruk dibandingkan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Surabaya dan Jakarta. Hal ini berdasarkan hasil Indeks Kualitas Lingkungan Hidup khususnya air yang masih berada pada angka 33.

“Saya melihat Jakarta dan Surabaya itu, indeks kualitas airnya  di atas kita. Padahal di sana itu banyak  limbah-limbah industri. Tapi limbah e-coli itu lebih parah kita,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si di Mataram, Selasa, 17 Juli 2018 siang.

Ia menjelaskan, pengukuran indeks kualitas lingkungan hidup dihitung melalui tiga komponen. Yakni indeks kualitas air, udara dan tutupan lahan. Untuk indeks kualitas udara, kata Madani di NTB  tercapai  sebesar 88 dari target sebesar 90. Sedangkan untuk tutupan lahan capaiannya sekitar 60 persen.

Kemudian yang capaiannya masih rendah yakni indeks kualitas air.  Dari target 52, tercapai sebesar 33. Pengukuran indeks kualitas air ini, kata Madani dilakukan pada sejumlah sungai yang ada di NTB. Pengambilan sampel bukan saja dilakukan di daerah hilir, namun juga daerah hulu dan tengah.

“Akumulasi  dari itu dihitung menjadi kualitas air,” jelasnya.

Menurutnya, perlu perbaikan tata kelola kualitas air di masyarakat. Ia mengatakan, masalah indeks kualitas lingkungan hidup ini sebenarnya menjadi tugas kabupaten/kota. Ia menyebut masalah lingkungan ini menjadi urusan wajib pemerintah kabupaten/kota.

Meskipun persoalan ini menjadi tanggung jawab kabupaten/kota, Madani mengatakan, tahun depan Pemprov akan melakukan intervensi. Misalnya melakukan intervensi dengan menyediakan jamban keluarga bagi masyarakat. Sehingga tidak membuang hajat di sungai. Selain itu, perlu juga dibuat instalasi pengolahan air atau water treatment. Sehingga kualitas air sungai di NTB semakin baik.

Madani mencontohkan, seperti di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pemerintah daerah setempat membuat program bebas buang air besar nol. Pemda KSB membangunkan masyarakat jamban keluarga sehingga tidak ada lagi yang buang air besar di sungai.  Menurutnya, hal ini dapat mengurangi tingkat pencemaran air sungai.

Di Mataram terutama pada permukiman-permukiman padat penduduk, banyak limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai. Akibatnya, kualitas air sungai di Kota Mataram sangat rendah. Karena air sungai yang ada banyak mengandung bakteri e.coli.

‘’Tugas kabupaten/kota sebenarnya. Tapi kita akan mengitervensi pada 2019. Provinsi akan memperbaiki kualitas air,’’ ujarnya. (nas)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

0
Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga dengan banyaknya komunitas-komunitas sepeda motor yang terus berkembang, menjadikan sales people sebagai garda terdepan bisnis...

Latest Posts

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga...

PLN Siapkan Kembali Suplai Listrik Berlapis untuk Gelaran WSBK 2023

Mataram (Ekbis NTB)-Perhelatan ajang internasional World Super Bike (WSBK)...

Selain Promo Besar-besaran, Ricky Smartphone Siapkan 1.000 Snack Sehat bagi Pengunjung

Mataram (Suara NTB)-Menyambut bulan kasih sayang, Ricky Smartphone di...

Dinas LHK NTB akan Buka Kembali Pos Pengamanan Hutan

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat vakum akibat Pandemi...

Pemkot Bima Naikkan Dana Bantuan Stimulan Jadi Rp750 Juta

Kota Bima (Suara NTB) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima...