TNI Butuh Waktu Sebulan Renovasi Rumah Zohri

0

Tanjung (Suara NTB) – Setelah disetujui pihak keluarga, renovasi rumah sprinter dunia Lalu Muhammad Zohri akhirnya dimulai Sabtu, 14 Juli 2018.  Pihak TNI meyakinkan rumah berbahan kayu dan bedek itu tidak diubah total, melainkan dibangunkan baru namun tidak mengubah bentuk aslinya. Waktu dibutuhkan sekitar sebulan.

Hal itu sesuai keinginan kakak kandung Zohri, Lalu Ma’arif. Ia  tidak mempersoalkan dipugar. Asalkan konstruksi bangunan rumah berbahan kayu itu tidak diubah. “Minta bahannya tetap dari  papan. Supaya masih ada kelihatan aslinya, jangan sampai dibuka semua,” harap Ma’arif.

Ia sudah musyawarah dengan keluarga soal ini dan menyetujui proses pembongkaran Sabtu, 14 Juli 2018.

Renovasi dimulai sekitar Pukul 09.00 Wita. Rumah Zohri di Dusun Karang Pangsor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara mulai dilucuti satu per satu. Dari atap, dinding, dan kabel listrik.

Sekitar pukul 16.00 Wita, rumah sudah rata dengan tanah setelah dibongkar pasukan TNI dan warga, termasuk sejumlah personel Polri.

Petugas TNI dari Korem 162/Wira Bhakti dibantu warga, mulai membersihkan gang yang menuju kediaman pemuda 18 tahun dengan segudang prestasi bidang atletik itu. Gang rumah dari jalan raya berjarak sekitar 100 meter dirabat dengan cor beton.

Anggota lainnya mulai menurunkan genteng dan asbes. Dinding rumah berbahan papan yang sudah terlihat mulai lapuk dicopot satu per satu. Di tempat sama, pihak PLN Lombok Utara mencopot instalasi listrik.

Petugas dari BPN juga turun tangan mengukur petak tanah rumah peninggalan Almarhum Lalu Ahmad Yani itu. Bahkan, akan diterbitkan sertifikat dari Program Tanah Sistemantis Lengkap (PTSL).

“Kita mulai renovasi hari ini sesuai dengan keinginan kakak dan keluarga Zohri,” kata Danrem 162/WB Kolonel Inf. Ahmad Rizal Ramdhani ditemui di lokasi.

Konsep yang digunakan,  mempertahankan bahan kayu dan atap menggunakan genteng. Semua material itu dibelikan yang baru. Konstruksi bangunan di tengah tengah pemukiman itu juga akan diperlebar satu meter, tinggi atap naik tiga meter agar Zohri dan keluarga lebih nyaman.

“Dalam ruangan akan kami keramik, siapkan ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, agar dia kembali istirahat di rumah dengan nyaman. Sehingga bisa tingkatkan prestasi,” ujarnya.

Sementara sumber biaya pembangunan, selain dari pihak TNI, juga sumber swadaya dan donasi berbagai pihak yang disalurkan melalui TNI AD.

“Banyak rekan rekan donasi dari seluruh  masyarakat, bahkan seluruh Indonesia.  Beberapa sudah menghubungi kami untuk membantu, termasuk dari ITDC (Indonesian Tourism Development Corporation),”  ujarnya.

Proyek sosial itu ditangani langsung bawahannya di Datasemen Zeni Bangunan (Dandenzibang) Korem 162/WB. Semua anggaran dan kebutuhan akan dipublikasi di posko yang akan dibangun di depan rumah Zuhri. Sementara estimasi waktu, diperkirakan kegiatan renovasi butuh waktu sebulan. (ars)

Tiitle Ads