Habiskan Anggaran Rp 1,4 Miliar, Proyek Embung di Sekotong Timur Belum Berfungsi

0

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek rehabilitasi embung senilai Rp 1,4 miliar di Dusun Aik Mual Sekotong Timur Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) sejauh ini belum berfungsi. Pasalnya,  sejumlah sarana yang diibangun seperti pintu air belum bisa dipakai, sehingga saluran irigasi yang dibangun tahun lalu pun tak dialiri air.

Kepala Desa Sekotong Timur, H. Ahmad, mengatakan, program rehab bendungan ini dilaksanakan tahun lalu. Awalnya mengacu perencanaan proyek sedimen akan dikuras dan dinaikkan ke atas, sehingga disewakan alat berat selama 60 jam dengan menghabiskan Rp 30 juta. “Tapi pintu air tidak bisa terangkat, yang tadinya seharusnya diangkat,”jelas Ahmad.

Untuk pintu air ini dibuat semacam paralon untuk saluran pembuangan. Namun pintu air ini belum juga berfungsi sehingga saluran irigasi sepanjang 1,5 kilometer  (termasuk proyek rehab) sampai saat ini belum dialiri air. Saluran irigasi 1,5 kilometer ini mulai dari Aik Mual hingga Kambeng menggunakan pipa raksasa seperti PDAM.

Ia mempertanyakan sesuai gambar awal perencanaannya, perpipaan melalui atas gunung, namun dituntut oleh masyarakat bahwa akses jalan di mana lokasi ditanam pipa ini dibuat oleh masyarakat sehingga perlu diganti rugi. “Waktu itu diganti rugi ke warga,”ujarnya. Saat pengerjaannya, khusus yang teknis dikerjakan dari pihak rekanan sedangkan untuk penanaman paralon dikerjakan warga setempat.

Ia mengaku sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari rekanan bahwa proyek ini sudah tuntas. Kondisi ini menyebabkan warga kecewa, sehingga warga ingin merusak. “Kami kecewa model pekerjaannya,’’ jelasnya. Padahal bendungan ini menjadi kekhawatiran warga, sebab jika sampai jebol maka bakal banjir bah ke pemukiman warga.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Lobar, Made Artadana menyatakan terkait proyek bendungan Aik Mual tersebut, mengaku bahwa proyek ini dikerjakan oleh pihak BWS. Terkait sejumlah sarana yang belum berfungsi maksimal, sehingga embung tidak bisa dimanfaatkan masyarakat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak BWS untuk meminta segera turun melakukan perbaikan. “Kami segera koordinasi dengan BWS untuk penanganan, sebab proyek itu BWS yang kerjakan,”tegas Made. (her)

Tiitle Ads