2018, Kasus Kriminalitas di KLU Meningkat

Kapolres Lombok Utara Herman Suryono didampingi aparat TNI memberikan keterangan pers akhir tahun 2018, Senin, 31 Desember 2018. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Polres Lombok Utara berhasil mengungkap kasus-kasus kejahatan sepanjang 2018 lalu sejumlah 188 kasus tindak pidana. Catatan itu lebih banyak dibanding kasus tahun 2017 silam sebanyak 167 tindak pidana.

Hal itu disampaikan Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Suryono, SIK. MH., dalam gelaran jumpa pers akhir tahun 2018 di Mako Polres Lombok Utara, Senin, 31 Desember 2018. Didampingi jajaran pejabat Polres dan unsur TNI yang hadir, Herman menyebut peningkatan angka tindak pidana patut dikhawatirkan dan dicegah.

Iklan

Ia merinci, tindak pidana sebanyak 188 kasus itu terdiri dari pencurian dengan pemberatan (curat) 17 kasus, pencurian kendaraan bermotor  (curanmor) 12 kasus, narkoba 27 kasus dan curas 2 kasus. Modus yang dilakukan antara lain dengan merusak kunci, menghadang di jalan, hingga membongkar atap rumah.

Dari kasus tersebut, kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) seperti 10 unit sepeda motor berbagai merk. Adapun pada kasus narkoba, BB yang disita antara lain, sabu 442,24 gram, ganja 1.528,81 gram, ekstasi 4 butir, dan miras 356 botol. Serta terdapat barang – barang pabrik seperti rokok yang menyebabkan pemilik toko merugi antara Rp 7 – 9 juta.

“Alhamdulillah dari 188 kasus kita telah mengungkap 119 kasus. Artinya kita bisa selesaikan 63 persen tindak pidana selama 2018,” kata Herman.

Ia menegaskan, tindak pidana yang dilakukan pelaku mengalami peningkatan. Persoalan tersebut kata dia, tentu harus diantisipasi. “Karena upaya tindak pidana sifatnya Ultimatum Remedium, yaitu penerapan sanksi pidana yang merupakan sanksi terakhir dalam penegakan hukum,” jelasnya.

Khusus pada Operasi Cipta Kondisi bulan Desember 2018 yang dilakukan Polres Lombok Utara, berhasil diamankan 10 kendaraan bermotor hasil curanmor dan penggelapan. Kepolisian mempersilakan kepada warga yang merasa kehilangan kendaraan untuk datang ke Polres Lombok Utara mengambil kendaraan secara gratis. Sebagai bukti kepemilikan, pemilik cukup membawa surat-surat kendaraan (STNK/BPKB) untuk selanjutnya dicocokkan nomor mesin dan nomor rangka kendaraan.

Selain itu, melalui kegiatan operasi lantas 2018, Polres juga mencatat 60 kejadian yang dilaporkan. Akibat peristiwa itu, mengakibatkan korban meninggal dunia (MD) sebanyak 31 orang, korban luka-luka 97 orang, dengan total kerugian mencapai Rp 134.350.000,-.

Selama menggelar razia lantas, Polres menemukan sebanyak 2.515 pelanggar. Di mana pelanggaran tanpa SIM 875 pelanggar, tanpa dokumen kendaraan sebanyak 760 pelanggar, dan pelanggaran tanpa kelengkapan kendaraan sebanyak 177 pelanggar. Artinya kata Herman, masih banyak masyarakat Lombok Utara yang melanggar lalu lintas.

“Harapan kita masyarakat tambah sadar, patuhi aturan, gunakan helm, lengkapi surat kendaraan dan kelengkapan yang lain,” sebutnya.

Kepolisian Lombok Utara telah banyak menggelar kegiatan operasi,  antara lain operasi Jaran Gatarin, operasi Keselamatan Gatarin, operasi pekat, operasi Patuh Gatarin, operasi Ketupat, Operasi Antik, operasi Zebra dan operasi Lilin Gatarin ( saat ini sedang dilaksanakan menyambut pergantian tahun). Operasi itu dilaksanakan bersinergi dengan unsur TNI, dan instansi teknis di OPD Pemda Lombok Utara, termasuk pengamanan Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif 2019.

Lakalantas di Lombok Utara turut dipicu oleh kondisi lebar jalan di sepanjang Pemenang hingga Bayan yang masih sempit. Pihaknya berharap, jalan nasional tersebut dapat dilebarkan, sehingga lalu lintas kendaraan bisa menekan angka kecelakaan. “Tidak haya itu, tahun 2018 kita juga melakukan pembinaan kepada personel. Kita telah 3 kali menggelar sidang personel yang melanggar kode etik,” tandasnya. (ari)