2018, Bank NTB Ditargetkan Jadi Bank Syariah

Mataram (suarantb.com) –  Komitmen Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi untuk segera mengonversi Bank NTB dari bank konvensional menjadi bank syariah terbilang kuat. Gubernur menargetkan Bank NTB menjadi bank syariah pada 2018 mendatang. Demikian disampaikan gubernur pada Rabu, 5 Oktober 2016.

“Tahun 2018 Bank NTB akan menjadi bank umum syariah,” ujarnya singkat. Untuk merealisasikan konversi tersebut, Rabu, 5 Oktober 2016 pihak Bank NTB mengadakan pertemuan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) RI.

Iklan

Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK RI, Ahmad Sukro mengaku sangat mendukung upaya konversi ini. “OJK sendiri siap mendukung, selama prosesnya ini OJK siap mengawal,” ucapnya.

Proses konversi dijelaskan Sukro sudah ditentukan dengan Peraturan Otoritas Keuangan (POJK). Begitu pula dengan perizinan konversi juga berada di tangan OJK. Untuk melakukan konversi ke perbankan berbasis syariah, ada beberapa tahap yang harus dilalui Bank NTB. Mulai dari persiapan unsur legalitas, infrastruktur dan persiapan internal Bank NTB.

“Semua bank harus menyiapkan SDM yang kuat, IT yang kuat dan tentunya masyarakat harus mendukung. Untuk mendorong perkembangan perbankan syariah di NTB,” ujarnya.

Konversi ini dipercaya Sukro bisa menjadi hal yang sangat positif untuk perkembangan industri perbankan syariah ke depan. Ini juga akan memiliki kontribusi pada perkembangan ekonomi daerah. Juga memberikan manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hingga saat ini, perkembangan bank syariah di Indonesia sudah tercatat mencapai lima persen. Aset awal yang berjumlah Rp 306 triliun, setelah masuknya Bank Aceh Syariah bertambah menjadi Rp 326 triliun. (ros)