Ahyar : Paham Radikalisme Harus Ditangkal

0

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, Majelis Ulama Indonesia memiliki peran penting di tengah kegelisahan umat. Tidak saja, berfungsi memberikan dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, tetapi perlu berperan demi menangkal paham radikalisme yang tengah berkembang.

“Yang dibutuhkan umat dengan mewaspadai, mengantisipasi paham radikal yang bisa merusak kebersamaan,” tegas Walikota usai memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di aula lantai III Kantor Walikota Mataram, Jumat, 8 Desember 2017.

Peringatan maulid tersebut dihadiri juga Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Sekretaris Daerah Ir. H. Effendi Eko Saswito, para asisten dan pimpinan OPD dan seluruh pegawai lingkup Pemkot Mataram.

Walikota menambahkan, pemerintah dan MUI saat ini, bersinergi untuk membangun kehidupan umat. Termasuk menghadapi permasalahan akhlak dan pembinaan nilai spiritual kini tengah dihadapi negara.

Penanaman nilai agama serta kebhinekaan perlu jadi landasan sebagai warganegara dalam membantu menyukseskan program pemerintah. “Persoalan dihadapi negara saat komplek. Penanaman terhadap nilai Pancasila harus jadi modal membangun karakter generasi mendatang,” ucapnya.

Ahyar mengatakan, Kota Mataram adalah kota heterogen dengan berbagai kultur, agama dan budaya. Perbedaan itu tidak lantas jadi penyekat, melainkan bersama – sama membangun kebersamaan untuk disuarakan serta dibina oleh MUI.

Oleh karena itu, pembinaan akhlak perlu ditanamkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan terjadi perpecahan. Apalagi isu itu sedang ramai diperbincangkan di tingkat nasional bahkan di Kota Mataram. “MUI memiliki peran supaya menghindari propaganda di masyarakat,” demikian kata Walikota. (cem)