Begal di Jalan Swasembada Ditembak

0

Mataram (Suara NTB) – Kasus jambret di Mataram seolah tak ada habisnya. Pelakunya semakin berani saja. Seperti di jalan Swasembada, Kekalik, Sekarbela. Empat pelaku mengalungkan parang ke leher korban sebelum merampas telepon pintar.

Kanit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, Iptu Akmal Novian Reza menjelaskan, para pelaku menguntit korbannya yang menjadi target.

“Para pelaku ini ke kos korban dengan dalih mencari temannya. Ternyata ada niatan lain,” ujarnya dikonfirmasi kemarin.

Dari kos-kosan itu, pelaku yang terdiri dari SM (19), DF (26), UAS (17), dan MT (17), menguntit korbannya. Parang sepanjang 50 cm ikut ditenteng.

Belum jauh berjalan, SM yang berboncengan dengan MT menodongkan parang ke leher korban. Sementara DF yang berboncengan dengan US bertugas merampas Xiaomi 4A yang digenggam korbannya.

Para pelaku yang merupakan kawanan residivis di kampung asalnya kemudian kabur ke kos mereka di Jalan Suralaya, Kekalik Jaya, Sekarbela. Lantas, telepon genggam hasil jambretan dijual kepada SA, kawan kos mereka seharga Rp 500 ribu.

“Uang itu pengakuan mereka dipakai untuk membayar kos. Mereka kesini mengakunya mau mencari kerja. Jualan cilok,” sebut Akmal.

Bekas kejahatan mereka tercium. Mereka akhirnya ditangkap Senin, 30 Oktober 2017 sekitar pukul 11.00 Wita di kos-kosan mereka.

SM dan US yang kakak beradik ditembak masing-masing betis kanannya. “Mereka mau melarikan diri dan kita beri tiga tembakan peringatan tetapi mereka tidak mengindahkan sehingga kami lakukan upaya menembak,” terangnya.

Lima pelaku berikut penadah diamankan. Juga barang bukti telepon genggam hasil curian dan sepeda motor Yamaha Force 1 EA 2371 GB yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Mereka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, sementara si penadah dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan dan diancam penjara paling lama empat tahun. (why)