Mobil Dinas Angkut Kafilah MTQ Asal KLU Diduga Dirusak Oknum Mahasiswa

0

Bima (Suara NTB) – Mobil plat merah milik pemerintah Kabupaten Bima, diduga dirusak oleh sejumlah oknum mahasiswa di Kabupaten Bima. Parahnya lagi, mobil tersebut mengangkut sejumlah kafilah MTQ asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jum’at, 27 Oktober 2017.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, kejadian tersebut berlangsung dijalan raya negara lintas Bima-Sumbawa. Atau tepatnya berada didepan di Kampus STKIP Taman Siswa.

Sejumlah oknum mahasiswa yang menggunakan mobil box terbuka yang diketahui baru saja pulang melakukan aksi unjuk rasa di wilayah Kota Bima. Tiba-tiba berhenti di depan kampus dan melakukan orasi.

Saat berlangsung orasi sebuah mobil dinas dari arah selatan yang dipakai oleh pejabat pada Bappeda Kabupaten Bima langsung diberhentikan. Kemudian diinjak kap mobil serta dilempar yang mengenai depan mobil.

Mobil yang dirusak tersebut rupanya mengangkut sejumlah peserta yang akan mengikuti mata lomba cerdas cermat diarena enam MTQ tingkat Provinsi NTB yang berlokasi di kampus STKIP Taman Siswa. Akibat dari insiden itu mobil rusak parah. Sementara peserta berhasil dievakuasi ke tempat aman.

Persoalan tersebut juga dibenarkan oleh Wakapolres Bima, Kompol Abdi. Kata dia, insiden tersebut sangat disesali oleh pihaknya. Mengingat kabupaten Bima adalah tuan rumah MTQ tingkat Provinsi NTB.

“Sebagai tuan rumah harus menjadi contoh yang baik. Namun kita sendiri yang mencoreng hanya gara-gara ulah segelintir oknum,” katanya.

Sementara Kasubag Protokol Humas Setda Pemkab Bima, Suryadin M.Si mengatakan insiden tersebut telah dikonformasi kepada pihak kampus STKIP Taman Siswa. Pihak kampus setempat, lanjutnya telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan meningkatkan pengawasan.

“Pihak kampus juga akan memastikan keamanan keselamatan dan kenyaman kafilah yang melakukan kegiatan lomba,” ujarnya.

Sementara Humas STKIP Taman Siswa, Hadi Santoso ST, MT, menegaskan kejadian tersebut terjadi diluar wilayah kampus. Lagipula pihaknya belum memastikan apakah oknum tersebut adalah mahasiswa kampus setempat atau bukan.

“Karena saat kejadian mereka menggunakan mobil box terbuka. Kami sudah koordinasikan dengan mahasiswa yang tergabung dalam BEM, hari ini tidak melakukan aktivitas diluar kampus,” katanya.

Meski begitu pasca insiden tersebut, pihaknya langsung melakukan rapat evaluasi dan meminta semua mobil kafilah agar menggunakan tulisan yang mencolok sehingga bisa diback up sehingga kejadian serupa tidak terulang.

“Kami juga meminta pihak keamanan agar membackup disekitar arena di kampus STKIP Taman Siswa.  Permintaan ini karena tidak kami dapati penjagaan serta dari sembilan mobil kafilah dalam area kampus, hanya ada dua yang tempelan kafilah,” pungkasnya. (uki)